Title: Please Say "I Love You"
Cast: Choi Minho, Choi Sulli, Lee Taemin, Krystal Jung
Genre: Sad, Friendship
Rate: 13
Happy Reading ^_^
*Tok Tok Tok
“ Ssul, ayo bangun, kau
tidak sekolah?” ucap seorang wanita mengetuk pintu kamarku.
“Ne eomma, 5 menit lagi”
ucapku sambil kembali masuk kedalam selimutku
” tapi Minho sudah
menunggumu dibawah” ucap eomma ku lagi.
Seketika juga aku membuka mataku.
”Mwo?dibawah?” ucap ku
kaget
” Ne, dia sudah
datang untuk menjemputmu katanya” ucap eomma
”Baik eomma, tunggu
sebentar” ucapku lalu segera bergegas mengambil handuk dan pergi kekamar mandi
Perkenalkan, Namaku
Choi Jinri, tapi biasa dipanggil Sulli. Aku gadis berusia 17 tahun.
Aku anak tunggal dari
pasangan Choi Siwon dan Park Hee gi.
Dan Minho oppa? Dia
adalah sahabatku sejak kecil. Kami sangat dekat, mungkin kami seperti
adik-kaka. Tapi aku mempunyai perasaan lebih dari sekedar hubungan ”adik-kaka”
padanya. Tapi aku tidak tau, apakah ia mempunyai perasaan yang sama padaku atau
tidak.
Seusai mandi, aku segera
memakai pakaianku. Aku tidak mau membuat Minho oppa terlalu lama menungguku.
”Annyeong oppa” sapaku ketika
turun menuruni tangga. Kulihat dia sedang mengobrol dengan eomma dan appaku di
ruang makan. Karna kami sudah lama berteman, eomma dan appa sudah
menganggap Minho oppa seperti anaknya sendiri.
”Annyeong Ssul” balasnya.
”Mian, sudah lama
menunggu ya?” ucapku sambil menghampirinya.
”Ne, kira-kira aku
sudah 1 jam disini” ucapnya sambil melirik jam tangan yang dipakainya.
”Uh, kau berlebihan
sekali” ucapku sambil mencubit pinggangnya.
”aww” ringisnya
”hey, sudah sudah,
kalian ini, masih pagi sudah bertengkar saja” ucap eomma.
Aku
dan Minho oppa hanya bisa menyengir semanis mungkin.
”ayo, Minho,
aegy, dimakan dulu sarapannya” ucap eomma
..................................
”Bye eomma” pamitku
sebelum aku masuk ke mobil Minho oppa
”hati-hati aegy”
balas eomma ku sambil melambaikan tangannya.
Selama dimobil,
kuperhatikan Minho oppa hanya senyum-senyum daritadi.
”ada apa denganmu? Apa
kau sudah tidak waras?” ucapku memecah keheningan dimobil itu.
”tidak apa, aku hanya
lagi senang” ucapnya.
”Senang? kenapa? Apa
yang membuatmu pagi-pagi sudah gila seperti ini?” cibirku.
Tapi ia masih tetap
senyum-senyum sendiri.
”hal yang sangat
membuatku bahagia” ucapnya bersemangat.
”memangnya ada apa?
ceritakan padaku” ucapku yang juga penasaran.
Kulihat ia menarik napas
sebentar.
” kau tau? Semalam
Krystal membalas smsku” ucapnya sambil tersenyum lagi.
*Deg!
Entah mengapa begit aku
mendengar nama ”Krystal” seakan mengambil kebahagiaan yang ada pada diriku saat
ini.
”Kry..Krystal?” tanyaku
”Ne, Jung Krystal. My angel” ucapnya senang
“Oh” ucapku yang hanya
ber “Oh” ria.
”oiya Ssul,
sepertinya nanti siang kita tidak bisa pulang bersama” ucapnya
”memangnya kenapa? Kau
ada tugas tambahan ya?” tanyaku.
”Aniya, tapi aku
sudah janji pada Krystal untuk mengajaknya pergi hari ini” ucapnya.
Entah ini hanya
perasaanku saja atau bagaimana, tapi hatiku rasanya sakit
mendengar Minho oppa akan pergi dengan wanita lain selain aku.
”kau tidak apa
kan?” tanyanya.
Tapi aku masih diam, Rasanya aku tidak bisa
merelakan Minho oppa. walaupun aku tau, Minho oppa sudah sering
bercerita tentang Krystal, hanya saja ia baru berani untuk berbicara pada Krystal akhir-akhir ini.
”Ssul?” panggilnya
lagi.
”Oh ya, tak apa. Aku mengerti
itu” ucapku yang masih berusaha untuk tersenyum. semyuman terpaksa lebih tepatnya.
”Gomawo, kau
memang sahabat terbaikku” ucapnya sambil memberikan senyuman yang bisa
membuatku pingsan rasanya.
Tak terasa,
mobil Minho oppa sudah terparkir di parkiran sekolah.
Aku pun segera turun
dari mobil itu.
”Sampai nanti ya”
ucapnya padaku.
”Ne, sampai nanti”
balasku.
Aku pun berjalan sendiri
dengan lesu menuju kelasku.
”Annyeong Ssul” ucap seseorang
menyapaku saat aku baru duduk dikursiku.
”Annyeong...” ucapku tidak
bersemangat.
”Kau kenapa? Pagi-pagi
gini udah lesu” ucap orang yang bernama Taemin itu padaku.
”Tidak apa” ucapku
singkat.
”btw,
dimana Minho? Tumben kau tidak bersamanya. Biasanya kalian sudah
seperti amplop dan perangko, dimana ada Kau, disitu pasti ada Minho”
ucap Taemin.
”Dia sedang ada urusan”
jawabku singkat. Mungkin Taemin tau aku sedang malas diajak bicara, makanya ia
tidak bertanya hal yang tidak penting lagi padaku.
#Skip
Istirahat ini, tidak
seperti biasanya. Hari ini Minho oppa tidak menghampiriku kekelas.
”hey Ssul, mau ke
perpus tidak? Aku sedang mau mencari buku buat tugas nih” tawar Taemin.
Tawaran Taemin tidak ada
salahnya, daripada aku berdiam diri dikelas dan menunggu Minho oppa yang
tidak mungkin datang, Lebih baik aku ke perpustakaan.
”baiklah, ayo” jawabku.
”Kau membaca buku
tentang apa?” tanyaku pada Taemin saat kami berada di perpustakaan.
”ini, tentang
filosofi manusia purba” jawabnya lalu kembali fokus membaca.
Sedangkan aku, hanya
membolak-balik halaman buku yang tadi kuambil asal.
”Ssul?” panggil
Taemin padaku.
“Eoh?” jawabku sambil
masih membolak-balik halaman buku tanpa ku tau isinya.
”Ssul, kau sedang
bertengkar dengan Minho ya?” tanyanya tiba-tiba, yang membuat ku
menghentikan aktivtasku.
”be..bertengkar?
ti..tidak kok, aku baik-baik saja dengannya”jawabku kikuk. Sejenak, kami
terdiam.
”memangnya kenapa? Kok
tiba-tiba kau bertanya seperti itu?” tanyaku
” tidak apa, hanya
saja, tumben skali kalian tidak bersama” ucapnya.
-------
Dari kemarin, Taemin terus menghubungiku, bertanya apakah rencanaku sudah berhasil pada belum.
Padahal aku baru bertemu dengan Minho oppa sore ini -_-
*TIN TIN
Kudengar suara klakson
mobil Minho oppa dari kamarku.
Aku pun segera turun, aku mengenakan kaos dan celana
pendek, serta sepatu berwarna ungu dan juga tas kecil berwarna putih.
”Eomma, aku pergi dulu” pamitku
pada eomma ku
”hati-hati sayang”
ucap eomma.
Aku pun segera masuk
kedalam mobil Minho oppa.
”Annyeong Ssul” sapa Minho oppa ketika aku memasuki mobilnya.
”Annyeong” balasku.
”apa yang ingin
kau bicarakan?” tanyanya
”rahasia, tapi bisa
tidak kita pergi ke tempat yang cocok untuk berdua?” tanya ku
”hmmm, sepertinya aku tau tempat yang cocok”
ucapnya.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Minho oppa membawaku ke sebuah taman bunga nan cantik.
Minho oppa pun mengajakku
duduk di bawah sebuah pohon rindang.
Udara disini pun juga sangat sejuk
”Oppa/Ssul” panggil kami
bersamaan.
”kau dulu” ucapku
”tidak, kau saja
dulu” ucapnya
”tidak apa, kau saja
dulu” balasku lagi
”hmm, baiklah aku
dulu ya” ucapnya
”aku ingin
bercerita sesuatu padamu” ucapnya dengan wajah senang.
”sesuatu? Apa itu?”
tanyaku penasaran
”mungkin ini
adalah hari terbahagia dalam hidupku” ucapnya sambil tersenyum.
”hmm, memang ada apa
pada hari ini?” tanyaku yang juga penasaran.
”kau tau? Hari ini
aku resmi berpacaran dengan Krystal” ucapnya sambil menatap senang ke arahku
”ber..berpacaran?”
tanyaku
”Ne, aku tidak menyangka kalau dia akan menerima
cintaku” ucapnya lagi.
Entah mengapa, hatiku
terasa sakit. Apakah mungkin aku memberitaunya tentang perasaanku ini?
Sepertinya tidak mungkin.....
”wah, selamat ya, akhirnya kau bisa mendapatkan wanita
pujaanmu” ucapku sambil mencoba tersenyum.
Andaikan Minho oppa bisa mengerti akan apa yang aku rasakan
saat ini.
”Ne, gomawo”
ucapnya sambil memberikan senyuman yang bisa membuat hati wanita manapun akan
meleleh.
”btw, apa yang mau
kau bicarakan tadi?” tanyanya
”emm, itu, emmm” ucapku
ragu.
”itu apa?hmm?”
ucapnya dengan tatapannya yang menenangkan
”emm, tidak apa, itu
tidak penting” ucapku.
”benarkah? Kau bohong, aku yakin ada sesuatu yang
penting” ucapnya sambil menaikan daguku sehingga aku bisa melihat matanya
dengan jelas.
Oh God..... apa yang harus aku lakukan??
”tidak, aku tidak bohong” ucapku sambil berusaha
menatap matanya agar ia bisa mempercayaiku.
Tiba-tiba saja Minho oppa memeluk tubuhku erat dan penuh
kehangatan.
”kau tau? Kau
adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki” bisiknya didekat telingaku.
Aku pun membalas pelukannya. Aku berharap, ini semua
tidak akan pernah berakhir.
*Ooooh don't you know?
It doesn't matter if the sun is going down on me You light my world My little girl*
Terdengar suara ponsel Minho oppa yang berbunyi.
” Ne, yeoboseyo?”
”.........................”
” sekarang?”
”...............................”
” baiklah, aku akan
kesana”
”......................................”
”ok, bye”
Kudengar Minho oppa berbicara di ponselnya.
”Mianhae Ssul,
sepertinya aku tidak bisa mengantarmu pulang lagi” ucap Minho menyesal.
”its okay, memangnya ada
apa?” tanyaku
”Krystal memintaku
untuk menjemputnya di mall” jawabnya
”okay, aku mengerti itu”
jawabku
” tapi, apa kau tak
apa-apa?” tanyanya
”Ne, tak apa kok. Lebih
baik kau jemput Krystal sekarang, nanti dia menunggumu terlalu lama” ucapku
”baiklah. Sampai nanti, Ssull” ucapnya lalu berdiri
dan berjalan menjauhiku.
Sekarang, aku duduk
sendiri ditaman.
Aku ingat, beberapa
menit yang lalu, Minho oppa masih disini memelukku. Pelukannya yang hangat, pelukan
yang selama ini kuinginkan.
Tapi beberapa saat yang
lalu juga, Minho oppa pergi meninggalkanku sendirian di taman ini.
Apakah saat-saat indah
selalu berjalan secepat ini?
Aku pun bersandar pada
batang pohon yang kokoh. Ku ambil ponselku.
Ku lihat foto-fotoku
saat bersama Minho oppa waktu itu. Saat ia masih care denganku. Saat ia belum
berpacaran dengan Krystal.
Entah mengapa, tanpa
terasa air mataku kembali mengalir melihat foto-foto itu. Sayangnya, itu semua
hanya sebuah kenangan, kenangan yang terlalu manis untuk dilupakan.
*drrrtttt drrrttt* ponselku bergetar saat aku sedang
melihat koleksi fotoku.
”Ne Taemin, ada apa?”
tanyaku dengan suara sedikit parau.
”Ssul? Kau dimana?
Apa kau habis menangis? Apa Minho menyakitimu?” tanyanya beruntun padaku.
”tidak, im okay dan aku
tidak menangis” ucapku singkat.
”kau tidak perlu
bohong Ssul, sekarang kau dimana?” tanya Taemin.
”aku sedang di taman
*random*” jawabku.
”baiklah, aku
akan segera kesana”
”eh tidak usah, aku....”
tapi belum sempat aku bicara, Taemin sudah mematikan ponselnya.
Kulihat jam tanganku,
ternyata sudah pukul 5 sore, itu berarti sudah 1 jam lebih aku berada ditaman
ini.
”Ssul?” panggilseseorang sambil menepuk bahuku. Aku pun
menoleh ke belakang.
”Taemin?” jawabku. Taemin pun duduk disampingku.
”kau habis menangis?” tanyanya.
“menangis? Tidak kok”ucapku sambil menghapus sisa
–sisa airmataku (?)
”kau tidakperlu berbohong padaku, Ssul. Apa yang
telah Minho lakukan sampai membuatmu menangis seperti ini? hmm?” tanyanya lembut.
”tidak, Minho oppa tidakmelakukan apapun padaku” ucapku
sambil menatap lurus kedepan.
Taemin pun memegang kedua pipiku.
”ceritakan saja” ucapnya lagi.
Aku pun menatap wajahnya, dan tanpa sadar aku langsung
memeluknya erat.
Air mataku pun tumpah seketika hingga membasahi kaos
yang dipakainya.
”ssttt ssttsttt” ucapnya sambil memelukku dan
mengelus rambutku untuk menenangkanku.
”menangislah jika itu terlalu sakit untukmu”
ucap Taemin lembut. Aku pun masih terisak didekapannya
Setelah aku merasa lebih tenang, aku pun melepaskan
pelukanku.
”Mianhae” lirihku sambil menundukan kepala.
”its okay, sekarang, apa kau sudah siap
bercerita?” tanyanya lembut.
Aku pun menganggukan kepalaku pelan.
” aku siap mendengar” ucapnya.
Aku pun menarik napas dalam sebelum mulai bercerita.
”Minho oppa sudah memiliki pacar” ucapku pelan
”Mwo? Yeojachingu?”ucapnya kaget.
”Ne, dengan Krystal”lirihku lagi.
”Krystal? Tapi, bukankah kau sudah
menyatakan......” belum sempat Taemin melanjutkan kalimatnya,
aku sudah
menggelengkan kepalaku.
”jadi,kau.....” sekali lagi aku menggeleng.
”oh Ssul, mengapa kau tidak katakan padanya?”
tanyanya
”sepertinya sudah tidak ada ruangan kosong lagi bagiku,
Minho oppa begitu mencintai Krystal”jawabku lesu.
”ssstt, kau jangan sedih. Aku tau perasaanmu. Aku
juga pernah berada diposisimu saat ini”ucap Taemin.
”apa mungkin aku memang tidak ditakdirkan untuk
bahagia? Apa orang sepertiku tidak pantas untuk bahagia?” tanyaku dengan suara
bergetar.
”sstt, siapa bilang kau tidak pantas bahagia?
Gadis sepertimu pantas untuk mendapatkan kebahagiaan, hanya saja bukan sekarang”
ucap Taemin.
”lalu kapan? Apa aku harus mati dulu untuk mendapatkan
kebahagiaan? Jika iya, lebih baik Tuhan mengambil nyawaku sekarang, agar aku
bisa mendapatkan kebahagiaanku” ucapku sambil terisak.
Taemin pun memelukku lagi.
”kau jangan berkata seperti itu” bisiknya
”aku yakin, Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik
untukmu” lanjutnya lagi.
~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_
Sudah beberapa hari ini, Taemin lah yangmenjemputku,
bukan Minho oppa.
Sesampainya disekolah, aku dan Taemin berjalanbersama
menuju kelas. Kulihat Minho oppa dan Krystal juga berjalan bersama tetapi berlainan
arah denganku.
”tunggu sini sebentarya, aku mau kesana dulu” ijinku
pada Taemin
”tapi....” jawabnya.
”sudah tenang saja, tidak akan lama kok” ucapku. Aku pun
berjalan menuju Minho oppa dan Krystal
”Annyeong” sapaku pada mereka berdua.
”Annyeong Ssul” sapa Minho oppa
”emm, Krystal, bolehku pinjam Minho oppa sebentar? Aku janji
tidak akan lama” ucapku.
Kulihat Krystal hanya memutar bola matanya..
”jadi, ada apa?” tanya Minho oppa.
”tidak apa, aku hanya mau memberikanmu ini” ucapku
sambil memberikan Minho sebuah kotak kado yang telah ku hias sendiri
”apa ini?” tanya Minho.
”itu hadiah ulangtahunmu” ucapku.
”tapikan, ulangtahunku masih sebulan lagi”
ucapnya.
”tidak apa, tapi kau harus membukanya saat ulang
tahunmu, jangan dibuka sekarang” jelasku.
”ah, kau membuatku penasaran saja” ucapnya, aku
pun hanya tertawa pelan.
”sebaiknya kau haruskembali, sepertinya Krystal sudah
lelah menunggumu” ucapku sambil melihat kearah Krystal yang tidak jauh dari tempat
kami bicara.
”hmm, baiklah, sampai nanti, dan makasih buat
kadonya” ucap Minho.
“No problem” jawabku. Kulihat Minho oppa kembali pada Krystal,
sedangkan aku kembali menghampiri Taemin.
“maaf lama menunggu”ucapku.
”its okay, tadi kulihat kau memberi kado pada Minho ya?” tanyanya.
“Ne, itu kado untuk ulang tahunnya” ucapku
”apakah ia berulang tahun hari ini?” tanyanya.
”Ani, masih bulan depan” jawabku.
”lalu, mengapa kau memberikan kadonya sekarang?”
tanyanya.
”entahlah, mungkin aku hanya takut kalau aku tidak ada
waktu lagi” ucapku.
”waktu? Maksudmu?”
”ah sudahlah, tidak usah dibahas, lebih baik sekarang
kita kekelas” ajakku
........................................................................................................
Selama dikelas, entah mengapa pandangan kutidak bisa
fokus pada materi yang diajarkan, rasanya kepalaku amat sangat pusing dan seakan
berputar.
Aku merasakan sesuatu keluar mengalir dari hidungku,
hingga semuanya menjadi gelap........
*Author P.O.V
”Sulli-ah!!!” teriak Taemin yang duduk dibelakang
Sulli, saat mengetahui Sulli pingsan.
Dengan segera, Taemin langsung menggendong Sulli dan
membawanya ke ruang UKS sekolah.
”jadi, ada apa dengannya ?” tanya Taemin pada
perawat yang bertugas di UKS sekolah.
”apa dia tadi sudah meminum obatnya?” tanya
perawat itu.
”obat? Obat apa?” tanya Taemin bingung.
” apa anda tidak tau, kalau teman anda ini
menderita leukimia?”tanya
perawat itu.
”Mwo? Leukimia?”
”Ne, biasanya, saat istirahat, teman anda ini
menuju kesini untuk meminum obat yang dibawanya untuk mengurangi rasa sakitnya,
katanya agar teman-temannya tidak tau penyakitnya” jelas perawat itu.
Taemin pun terdiam sejenak.
”baiklah saya harus keluar dulu, tolong jaga
dia sampai ia sadar" ucap perawat itu lalu pergi meninggalkan ruang UKS.
-------------
*Ellena P.O.V
”Ssul? Kau sudah sadar?”ku
dengar seseorang bicara padaku.
Beberapa kali,
aku mengerjapkan mataku agar aku bisa melihat orang itu dengan jelas.
”Ssul” ucap orang itu lagi
sambil mengelus rambutku.
”Taemin?” ucapku saattau
orang itu Taemin, sedangkan ia hanya tersenyum ke arahku.
”dimana aku?”
tanyaku bingung saat melihat kesekelilingku.
”kau sedang adadi
UKS, tadi kau pingsan saat pelajaran” jelasnya.
”pingsan? Sudah
berapa lama?” tanyaku
”sekitar hampir 2
jam. Kau tau? Aku tadi sangat khawatir ketika kau pingsan” ucapnya
”sepertinya kita
harus kembali ke kelas” ucapku sambil mencoba bangun dari tidurku.
”hey, kau
baru saja sadar dari pingsanmu, dan sekarang kau mau kembali kekelas? Lebih baik
kau istirahat disini” ucap Taemin sambil menidurkanku kembali.
Aku pun hanya menurut
saja.
”Ssul?”panggilnya
lagi
”mengapa kau tidak
bilang jika kau menderita leukimia?”tanyanya dengan nada bicara
yang serius.
Seketika, aku pun kaget
mendengar itu.
”da..darimana kau tau?”
ucapku sedikit gugup.
”perawat itu yang
mengatakannya padaku, kau selalu kesini untuk meminum obatmu. Seharusnya kau
bilang padaku, jadinya aku bisa.......” belum selesai Taemin bicara, aku sudah
memotongnya
”Tae..” panggilku.
”Ne?”
”boleh aku meminta tolong
sesuatu?”
”minta
tolong apa?”
”tolong jangan beritaukan
ini pada Minho oppa” ucapku
”tapikan
ia sahabatmu, ia wajib tau tentang hal ini”
”Jeball... aku
hanya tidak mau merusak kebahagiaan yang ia rasakan saat ini dengan Krystal”
ucapku
Taemin pun
terdiam. Sebelum akhirnya ia berkata ”baiklah”
*Tok Tok Tok
Sebuah ketukan pintu UKS
memecahkan keheninganyang terjadi sesaat antara aku dan Taemin.
”Ssul? Apa yang
terjadi padamu? Apa kau baik-baik saja?” terdengar suara seseorang yang ku
kenal.
”Oppa?” ucapku.
”Tae, apa
yangterjadi pada Sulli? Mengapa dia bisa disini sekarang?” tanyanya pada Taemin yang ada didekatku.
”dia tadi pingsan
saat pelajaran” jelas Taemin.
”pingsan? Bagaimana
bisa?” ucapnya panik.
”sudahlah oppa, aku sekarang
sudah tidak apa-apa kok” ucapku.
”syukurlah,
aku tadi kekelasmu dan kata temanmu, kau dibawa ke UKS” ucap Minho.
”Gomawo, kau sudah
mau peduli padaku” ucapku.
”Sulli,
Minho, sepertinya aku harus keluar dulu, aku ada urusan” ucapnya
”baiklah, sampai nanti”
ucapku.
*ceklek
Terdengar suara pintu
yang tertutup, itu berarti Taemin sudah keluar.
Sekarang, hanya ada aku
dan Minho oppa.
”sebenarnya, apa yang
terjadi padamu?” tanya Minho sambil menggenggam tanganku.
”aku tidak apa-apa oppa, kau
tidak perlu khawatir” ucapku
kau jangan bohong,
kenapa kau tiba-tiba pingsan seperi itu?” tanyanya
”mungkin aku
hanya kelelahan, semalam aku bergadang untuk mengerjakan tugas” dustaku.
”Mianhae Ssul, semenjak aku bersama Krystal, aku sudah tidak bisa mengontrol keadaanmu
lagi”sesalnya
”Oppa, ini
bukan salahmu. Ini salahku. Aku yang terlalu memaksakan diri untuk tidur hingga
larut malam” ucapku
”begini saja, untuk
menebus rasa bersalahku, bagaimana jika nanti aku mengantarmu pulang?”tawar Minho
”entahlah oppa, aku....”
”ayolah Ssul,
lagipula kita sudah lama tidak pergi bersama” ucap Minho
”lalu, bagaimana dengan
Krystal? Bukannya kau harus mengantarnya juga?” ucapku
”itu masalah mudah,
Krystal pasti akan mengerti, jadi kau mau kan?” ucapnya
Aku pun
menganggukan kepalaku tanda setuju.
#skip
”Loh oppa, ini kan bukan
jalan mau kerumahku” ucapku saat berada didalam mobil Minho
”memang
bukan”ucapnya santai.
”tadi katanya kau
mau mengantarku pulang” protesku.
”memang iya, tapi
nanti. Lebih baik sekarang kita jalan-jalan dulu, ini kan masih sore”ucapnya.
”huh” aku mempoutkan bibirku, tanda rasa sebalku kepadanya.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.--.-.-.-..-
” Oppa, apa kau
bisa mendapatkan boneka itu untukku?” tantangku saat kami berada di sebuah
taman bermain.
”hanya itu? Itu hal
mudah” ucapnya percaya diri. Kami pun berjalan ke arah stand permainan itu.
”perhatikan baik-baik. Dalam 1 lemparan, pasti aku sudah mendapatkannya” ucapnya.
Uh,sungguh terlalu pede sekali orang ini.
Minho pun mulai mengambil
ancang-ancang untuk melempar gelang besar ke botol yang ada.
Dan.............
”ah,
damn”gumamnya. Aku hanya tertawa kecil
”mana? Katanya 1 lemparan
saja bisa” ledekku.
”tenang, ini baru
permulaan” ucapnya. Ia pun memulai strategi baru untuk melemparnnya.
”perhatikan ini”ucapnya
” satu.. dua... tiga... ahhhh” lanjutnya kesal.
Lagi-lagi ia
gagalmemasukan gelang itu.
”itu tadi
aku sengaja” ucapnya.
”kalau tidak bisa,
yabilang saja” cibirku.
”tadi itu kan aku
sengaja, baiklah, sekarang aku serius” ucapya.
Ia pun mulai mengambil
posisi lagi, dan......
”yeayyy”
ucapnya bahagia.
” ihat kan? Sudah
ku bilang aku bisa mendapatkannya” ucapnya senang.
”ya, tapi kan
pada lemparan ketiga -_-” ucapku.
#skip
”Oppa, aku mau ketoilet
dulu ya” ijinku
”baiklah,
jangan lama-lama ya” ucapnya.
Akupun segera pergi ke
toilet.
”Krystal?” panggilku pada
seseorang di sebelahku saat aku sedang mencuci tanganku.
”Sulli?”
ucapnya juga.
”aku tidak menyangka bisa
bertemu disini” ucapku
”Ne” ucapnya
singkat
Aku dan Krystal pun
berjalan beriringan seusai keluar dari toilet.
”aku
duluanya, bye” ucapnya sambil menggandeng seorang lelaki.
Tunggu. Bukannya dia
berpacaran dengan Minho oppa? Lalu siapa laki-laki itu? Apa dia selingkuh dari Minho oppa?
Aku pun segera ke tempat
Minho oppa menungguku tadi.
”lama sekali
sih”ucap Minho
”hehe, Mian” jawabku.
” ayo
kita jalan-jalan lagi” ucapnya
”emm oppa?” panggilku
”Ne?
waeyo?”tanyanya
”tadi aku bertemu dengan
Krystal di toilet” lanjutku
”Krystal? Dia disini
juga? Bukankah dia mau ke salon” ucapnya.
”iya, aku tadi
bertemu dengannya, tapi......” ucapku terputus. Aku ragu untuk memberitaukan hal
tadipada Minho oppa.
”tapi apa?”tanya
Minho
”tapi aku melihatnya Ssul, Krystal tidak mungkin melakukan itu” ucap Minho.
”tapi aku
sungguh melihatnya” ucapnya.
”baiklah, aku akan
menelpon Krystal sekarang. Tapi, jangan sampai kau berbohong padaku ya ”ucapnya
Oh God, apa yang telah aku lakukan?
Hubungan Minho oppa dan Krystal bisa hancur kalau begini.
”Yeobeoseyo? Krystal? Kau
dimana?”
”.......................................”
”dengan siapa?”
”..........................................”
”baiklah, maaf
mengganggu waktumu” ucap Minho oppa lalu mematikan telponnya.
Minho oppa pun menatap
kearahku.
”kau bohong padaku
Ssul” ucapnya.
”tapi..........”
belumselesai aku bicara, Minho oppa sudah memotongnya
”Krystal sedang di
salon dengan Suzy, temannya” ucapnya
”tapi sungguh, aku.....”
”sudahlah,
lebih baik kita pulang, aku lelah” ucapnya tiba-tiba
Selama dimobil, Minho tidak mengeluarkan 1 katapun, ia fokus menyetir
”Oppa...” panggilku
”hmm” jawabnyasingkat.
”Mianhae, mungkin aku
yang salah liat” ucapku untuk mencairkan suasana yang hening ini.
”Ne” jawabnya
singkatlagi.
Sekarang, aku
benar-benar tidak tau harus bicara apa lagi. Dan yang aku tau, Minho oppa marah padaku.
”sudah
sampai” ucapnya datar.
”Gomawo” ucapku. Dengan
canggung aku pun keluar dari mobil Minho oppa, tak lupa aku membawa boneka yang tadi
didapatkan Minho oppa saat ditaman bermain.
Tanpa mengucapkan kata
apapun, Minho oppa langsungmelajukan mobilnya kembali.
._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._.
”Ssul, lihat
ini, kau hebat, kau mendapat nilai ujian tertinggi dikelas biologi” ucap Taemin saat aku baru memasuki lorong sekolah.
Aku pun hyanya senyum
sambil melihat ke daftar nilai siswa yang dibawa Taemin
”kau memang berbakat
untuk menjadi dokter” ucap Taemin
”ah, kau bisa
saja”ucapku sambil tersenyum.
Aku pun berjalan menuju
lokerku untukmengambil beberapa buku. Kulihat seseorang disampingku juga sedang
membuka lokernya. Siapa lagi kalau bukan Minho oppa.
Aku pun tersenyum
kepadanya, tapi ia hanya menatapku datar.
”hey honey” kulihat
seorang wanita datang menghampiri Minho oppa sambil mengecup pipinya.
”Annyeong” balas Minho.
”temani aku
keperpus ya, bantu aku mengerjakan tugasku” ucap wanita itu dengan nada manja.
”sure, anythingfor
you, sweety” ucap Minho sambil merangkul pinggul Krystal.
Tanpa sadar, aku terus
memperhatikan merekaberdua hingga mereka menghilang dari pandanganku.
”ehhemmm” suara seseorang
membuyarkan lamunanku.
”tidak
usah dilihat seperti itu” ucapnya
”tidak, siapa
yang melihat mereka?” ucapku
”kau tidak
bisa membohongiku” ucapnya. Aku pun menarik napas panjang lalu
menghembuskannyaperlahan.
”sudahlah, aku mau kekelas
dulu” ucapku tanpa menghiraukan Taemin.
”hey tunggu”ucap
Taemin menyusulku.
”Apa Tae? Aku
sedang tidak mood sekarang” ucapku.
”sebenarnya
kau dan Minho kenapa sih? Kenapa tadi Minho bersikap dingin padamu?” tanya
Taemin penasaran.
”aku kan sudah
bilang, sedang tidak mood untuk cerita, jangan bahas itu lagi” ucapku ketus
Taemin pun menurut dan
pada akhirnya dia diam.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Hari ini hari sabtu dan
aku berencana untuk pergi ke kedai es krim yang tidak jauh dari rumahku.
Aku duduk di dekat
jendela, agar aku bisamelihat ke arah luar.
Beberapa minggu lalu,
tepatnya sebelum Minho oppa berpacaran dengan Krystal, kami sering pergi ke kedai ini
untuk makan es krim bersama.
Dan sekarang, Minho oppa pasti
sudah tidak punya waktu lagi untukku. Dia pasti sedang sibuk dengan Krystal.
“Tunggu dulu, siapa
orang itu? Apa dia Krystal?”ucapku kaget
Kulihat ada sepasang
kekasih yang memasuki kedai es krim ini, dan sepertinya aku kenal dengan si wanitanya.
Tapi, prianya? Itu bukan Minho oppa.
Pria itu sana dengan
lelaki yang aku lihat ditaman bermain waktu itu.
Aku harus segera kesana.
”ehemm” ucapku ketika
mendatangi meja Krystal dan lelaki itu
”hey Sulli-ah, kita
bertemu lagi”ucap Krystal.
”yeah, dan tepatnya
dengan selingkuhanmu lagi, bagaimana jika Minho oppa tau ya?” ucapku santai.
”lalu, apa
masalah jika pria ini adalah pacarku? Hah?” ucapnya sedikit berteriak.
”akan ku adukan kau pada
Minho oppa”ucapku
”oh yeah? Apa
dia akan percaya padamu? Hmm?” ucapnya yang membuat aku berpikir sejenak.
Dia benar. Minho oppa tidak
mungkin percaya padaku, jadi percuma saja kalau aku mengatakan hal ini.
”Minho tidak
mungkin mempercayaimu, pasti dia akan lebih percaya padaku, kekasihnya. Kau
jangan bermimpi untuk bisa mengambil Minho dariku ,Sulli.” ucap Krystal dengan
nada sombongnya
Kesabaranku sudah mulai
habis.
Aku mengambil semangkuk
es krim yang ada di hadapanku lalu menumpahkannya pada Krystal.
Setelah itu, aku
langsung pergi meninggalkan Krystal dan kekasihnya itu.
#skip
Malam ini, aku sedang
bersantai dikamarku.
Krystal benar, Minho oppa sudah
tidak percaya padaku lagi. Bagaimana aku bisa memberitaunya?
Tapi, aku tidak bisa
membiarkan Minho oppa terus menerus dibohongi oleh Krystal. Jika Minho oppa mengetahuinya,
aku yakin dia pasti akan sakit hati.
Dengan ragu, aku pun
mengirim pesan pada Minho oppa
To: My lovely Oppa
”jika kau masih menganggapku sebagai
sahabatmu, temui aku besok saat pulang sekolah ditaman belakang sekolah. Aku
ingin bicara sesuatu padamu”
Aku pun menekan tombol
send di ponselku.
*Minho P.O.V
Aku baru saja selesai
mengerjakan tugasku, tapi tiba-tiba saja ponsel ku bergetar tanda ada pesan
masuk.
Ku lihat nama yang
tertera di layar ponselku, ternyata dari Sulli.
From: Sulli
”jika kau masih menganggapkusebagai
sahabatmu, temui aku besok saat pulang sekolah ditaman belakangsekolah. Aku
ingin bicara sesuatu padamu”
Mau apa lagi dia? Apa
dia mau memberitau gossip murahan tentang Krystal lagi?
Tapi mau bagaimanapun
juga, dia adalah sahabatku, bahkan sejak kami masih kecil.
>
*Sulli P.O.V
Sudah hampir 10 menit
aku menunggu Minho opps di bangku taman ini.
Aku berharap, Minho oppa akan
percaya kata-kata ku nanti.
”mau apa kau menyuruhku
kesini?” kudengar suara dingin seseorang dibelakangku. Aku pun menoleh
kebelakang.
”Oppa” ucapku sambil
tersenyum padanya. Tapi ia malah memalingkan pandangannya dariku.
”cepatlah, aku
tidak punya banyak waktu” ucapnya ketus. Aku pun tidak boleh menyia-nyiakan
kesempatan ini.
”Oppa, aku punya kabar
penting untuk mu” ucapku
”kabar apa?
Cepatlah, langsung to the point saja, tidak usah bertele-tele” ucapnya datar.
”Kemarin saat aku di
kedai es krim, aku melihat Krystal” ucapku
”Krystal? Tunggu
dulu, jangan bilang kau melihatnya dengan lelaki lain” ucapnya menebak
”Ne oppa, sungguh, aku
melihatnya dengan lelaki lain” ucapku
”sudah berapa kali
ku katakan padamu, jangan membuat gossip buruk tentang kekasihku” ucapnya sambil
menaikan nadanya 1 oktaf (?)
”Oppa, percayalah
padaku, aku tidak bohong” ucapku.
”lebih baik kita
tanyakan langsung pada Krystal” ucapnya. Kulihat ia menekan beberapa digit
nomor diponselnya lalu menghubungi Krystal agar segera pergi ke taman
belakang sekolah.
............................,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,..........................,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,..................
Tidak lama Krystal pun
datang ketaman.
”hey hyoney, ada
apa memanggilku kesini?” ucapnya sok mesra pada Minho
”aku ingin
bertanya padamu, kuharap kau bicara jujur” ucap Minho
”Tentu, kau mau
bertanya apa?” tanyanya
”kemarin siang,
apa benar kau pergi ke kedai es krim dengan seorang laki-laki?” tanya Minho sambil menatap wajah kekasihnya itu.
”laki-laki?”
ucapnya sambilterlihat berpikir sebentar.
”oh yeah, laki-laki itu,
namanya Kai, dia adalah sepupuku” lanjutnya.
What??? Aku sungguh
tidak percaya, pandai sekali dia berbohong.
”benarkah? Kau
tidak bohongkan?” tanya Minho
”tentu, buat apa
aku bohong padamu?” ucap Krystal
”tapi oppa, pria
itu.........” belum selesai aku bicara, Minho oppa lagi-lagi memotongnya
”kau dengar
sendirikan Ssul? Sudah cukup dengan sikapmu ini Ssul” ucap Minho
”tapi Oppa, apa kau
lebih percaya dengan wanita ini, dibandingkan aku sahabatmu??!!” teriakku.
”Krys, sebaiknya
kau kembali kekelas, aku mau bicara dengan Sulli dulu” ucap Minho.
”baiklah, bye”
ucapnya sambil memandangku sinis.
”sekarang, apa mau
mu? Hah? Kau tidak senang jika aku berpacaran dengan Krystal?” ucap Minho
”bukan begitu oppa, tapi
ku mohon, percayalah padaku” ucapku
”sudahlah, aku
lelah mendengarkan omong kosongmu. Aku kira kau sahabatku. Tapi aku tidak
menyangkakau tega memfitnah Krystal seperti ini” ucapnya
”aku tidak pernah
memfitnah siapapun. Aku berani bersumpah, dia pergi kekedai es krim itu dengan
lelaki yang sama saat ditaman bermain. Kalau memang mereka sepupu, apakah sepupu
akan bersikap romantis seperti itu? Hah? ” ucapku dengan suara mulai meninggi (?)
#PLAKK
Sebuah tamparan keras melayang kepipiku.
”mulai saat ini,
kau bukanlah sahabatku lagi!!” ucapnya dengan suara dingin lalu meninggalkan ku
sendiri dibangku taman.
Aku pun terduduk
dibangku taman sambil memegang pipiku yang ditampar Minho oppa.
Seumur hidupku, aku
belum pernah ditampar siapapun, bahkan orang tuaku sekalipun
tidak pernah menamparku.
Tapi sekarang? Rasanya
benar-benar sakit. Ditampar oleh seseorang yang ku cintai.
Ditampar bukan karna
kesalahan yang ku perbuat. Sebencii tukah Minho oppa padaku? Apa aku sudah tidak
berarti lagi baginya? Apa sekarang, posisiku sudah benar-benar hilang dari
hidupnya?
Tanpa terasa, butiran
air mataku terus mengalir turun.
"Ssul.....ssul... apa
yang terjadi padamu?" kudengar suara seseorang yang sudah familiar
ditelingaku.
"Sulli-ah, jawab aku, apa
yang terjadi?" ucapnya lagi, kurasakan kini orang itu duduk di sisiku
*Taemin P.O.V
setelah mengelilingi
sekolah, akhirnya kutemukan seseorang yang kucari dari tadi.
ku lihat ia duduk
dibangku taman sendiriansambil membelakangiku.
aku pun segera berlari
menghampirinya, kulihat dirinya sangat berantakan saat ini dengan air mata yang
masih tersisa dipelupuk matanya.
"Ssul....apa yang
terjadi" panggilku. aku pun duduk disebelahnya. kulihat ia masih menundukan
kepalanya sambil terisak.
"Sulli-ah..."panggilku
lagi. Aku yakin sudah terjadi sesuatu yang buruk padanya.
Aku pun langsung
mendekapnya kepelukanku. Kubiarkan ia menangis dipelukanku. Aku sungguh tidak
tega jika melihatnya menangis seperti ini, dan aku yakin ini semua ada
hubungannya dengan Minho.
*Author P.O.V
Taemin pun menarik Sulli ke pelukannya. Sulli masih diam seribu bahasa, tapi ia tidak bisa
menyembunyikan kesedihan yang dia alami saat ini
Taemin pun merengkuh
wajah gadis itu sehingga ia bisa melihat mata sembab gadis itu.
"Ssul,
pipimu....." ucap Taemin saat melihat bekas merah di pipi kanan Sulli.
tapi lagi-lagi Sulli masih
terisak dalam tangisannya.
"Ssul, apa yang
terjadi padamu? apa Minho yang melakukaan ini semua?" tanya Taemin.
tapi Sulli menggeleng.
"Ssul,
ceritakan padaku" ucap Taemin.
"im
okay" lirihnya sambil berusaha memasang senyumannya.
"Ssul, aku tau
kau sedang tidak baik-baik saja saat ini" ucap Taemin.
"im okay just.
im fine" ucap Sullilagi.
karena Taemin tidak mau
menambah pikiran Sulli saat ini, jadi ia tidak memaksa Sulli untuk menceritakannya.
"baiklah
kalau begitu, sekarang sudah mendung mau hujan, lebih baik akumengantarmu
pulang" ucap Taemin
"tidak, aku
masih ingin disinni" tolak Sulli
"tapi,
sebentar lagi pasti hujan"
"kalau kau mau
pulang, pulang saja, aku masih ingin disini" ucap Sulli.
Taemin pun tidak bisa
berbuat apa-apa, karna sifat Sulli memang keras kepala.
*Sulli P.O.V
ku rasakan, Taenib pergi
meninggalkanku. Aku tau, sikapku ini memang keras kepala. tapi untuk saat ini,
aku sedang tidak mau diganggu oleh siapapun.
Butiran-butiran air hujan
kurasakan jatuh menyentuh kulitku, ditambah dengan air yang bertiup kencang,
semakin membuat udara semakin dingin.
Tapi aku masih tak mau
beranjak dari tempat ini. usapkan kedua telapak tanganku pada kedua lenganku
untuk membuat tubuhku lebih hangat.
Rintik-rintik hujan pun
turun semakin deras, membuat sekujur tubuhku basah kuyup.
tapi,tunggu dulu.....
tetesan air hujan
berhenti menerpa tubuhku?
Aku pun menoleh
kebelakang, kulihat seseorang membuka payung (?) untuk melindungi tubuhku dari
hujan.
Aku melihat wajah orang
itu yang basah karena payung yang dibawanya digunakan untuk menghalangi air
hujan padaku, sedangkan dia sendiri basah kuyup.
"ayo pulang,
nanti kau sakit" ucap Taemin sambil terus memegangi payung.
"tidak,aku masih
ingin disini" ucapku tetap pada pendirianku.
"baiklah
kalau itu mau mu, aku juga akan disini" ucapnya
"tapi Tae, nanti
kau bisa sakit disini" ucapku sambil mengelap wajahku yang terkena sisa
tetesan air hujan.
"aku tidak
peduli, jika kau disini, aku juga akan disini" ucapnya
"tapi,bagaimana
jika kau sakit?" tanyaku
"Aku tidak peduli"
Aku melihat mata sayu
Taemin. Aku tidak tega jika harus melihatnya sakit karna ulahku.
"baiklah,ayo kita
pulang" ucapku. terukir seyuman diwajahnya.
=========================================================
sudah hampir 2 minggu,
aku dan Minho oppa tidak ada komunikasi. Aku pun sudah berkali-kali menghubunginya
untuk meminta maafakan sikapku waktu itu, tapi ia tidak pernah mengangkatnya.
Aku pun juga sudah mengirim pesan kepadanya, tapi ia juga tidak menggubrisnya
sama skali.
Hari ini, aku sudah
mulai libur musim panas.
tapi diliiburan kali
ini, pasti akan terasahampa, karna Minho oppa tidak ada disisiku.
Aku pun iseng membuka
twitter dari laptopku.
tanpa sengaja, ku lihat
tweet dari Minho.
"@choiminho09 with my
lovely girl" ia pun juga
melampirkan sebuah foto.
aku pun melihat foto itu.
ternyata foto Minho oppa dan Krystal yang sedang berlibur bersama dipantai.
Entah mengapa dada ku
rasanya sesak melihat foto itu. Rasanya aku ingin menangis, tapi apa gunanya aku
menangis? Toh sekarang aku bukan siapa-siapanya Minho oppa lagi.tidak ada gunanya aku
menangisi hal konyol seperti itu.
Aku pun iseng membuka
koleksi foto yang ku simpan di laptopku. entah mengapa aku ingin sekali membuka
file itu.
aku membukafile
bertuliskan "me and Minho oppa"
Kulihat beberapa kenangan
itu. Di foto itu, aku dan Minho oppa tersenyum lepas. Tanpa ada beban yang kami
rasakan, dan aku sangat bahagia saat itu.
*Sulli P.O.V
3 hari lagi Minho oppa ulang
tahun
Aku terduduk dilantai
disamping tempat tidurku. entah mengapa, aku tidak bisa melepaskan pandanganku
dari sebuah bingkai dimana aku dan Minho oppa berfoto bersama.
Aku
sungguh merindukannya. Sangaaatt.
Butiran airmata kembali
turun membasahi air mataku. Aku berharap ia bisa kembali padaku,walaupun aku
tau itu tidak mungkin terjadi.
Aku bangkitdari duduk ku
untuk mengambil obat yang ada di laci kamarku, entah mengapa kepalaku rasanya
sakit. Aku seperti berputar di ruangan ini.
Aku mencoba untuk
memegang meja yang ada untuk menyeimbangkan tubuhku, hingga semuanya terasa
gelap......
*Taemin P.O.V
"Sullinya ada
ahjumma?" Ucapku pada seorang wanita separuh baya yang membukakan pintu ketika
aku datang ke rumah Sulli.
"ada, Sulli sedang
dikamarnya, kau langsung saja keatas" ucap eommanya sulli.
Semenjak Minho pergi
meninggalkan Sulli, aku memang lebih sering kesini untuk menemani Sulli, menghiburnya
dari kesedihan yang diberikan Minho padanya.
"Sulli-ah?"Panggilku
sambil mengetuk pintu kamarnya. Tapi tidak ada jawaban sama sekali.
"Ssul? Kau
didalam?" Panggilku lagi. Tapi tetap saja tidak ada suara.
Dengan ragu, aku pun
memutar knop pintu kamarnya.
Ku bukaperlahan pintu
kamarnya.
"Ssul? Kau
dimana?" Panggilku. Aku pun mulai masuk kekamarnya.
"Sulli-ah!!!"Ucapku
kaget, ketiaka melihat seorang gadis yang ku kenal jatuh pingsan dilantai samping
tempat tidurnya.
"Sulli!!Bangun
Ssul!" Ucapku panik sambil menepuk2 pipinya pelan. Kulihat darah mengalir
keluar dari hidungnya.
Tanpa pikir panjang, aku pun
segera menggendong Sulli keluar dari kamarnya.
"Taemin? Ada apa
dengan Sulli?" Tanya eomma sulli yang tak kalah panik saat aku menggendong Sulli keluar
dari kamarnya.
"entahlah
ahjumma, aku menemukan Sulli sudah terbaring dilantai kamarnya dengan kondisi seperti
ini"
"Oh tuhan, cepat
bawa dia ke rumah sakit, ahjumma akan hubungi appanya, nanti ahjumma akan menyusul"
ucap Eommanya Sulli.
Aku punsegera membawa Sulli masuk kemobilku
------------------------------------------------------
Aku menunggu dokter yang
sedang menangani Sulli. Aku sungguh takut terjadi sesuatu yang buruk pada Sulli,
walaupun aku tau kalau aku bukan siapa-siapanya Sulli.
*Minho P.O.V
Aku sedang duduk disebuah
kedai es krim tempat aku dan Sulli dulu sering bersama. Entah mengapa, tiba-tiba
aku sangat merindukannya. Aku merindukan seorang sahabat terbaik yang pernah
kumilikki.
Tapi aku juga tidak bisa
melupakan saat ia memfitnah Krystal. Aku sendiri tidak percaya,jika Sulli bisa
memfitnah Krystal seperti itu. Memangnya apa salah Krystal, sehingga ia tega
melakukan itu??
Seuasai aku memakan es
krim. Ku putuskan untuk pergi kearah taman yang ada dipinggiran kota. Tadinya
aku mau mengajak Krystal kesini, hanya saja katanya ia ada acara dengan
teman-temannya.
Aku punduduk disebuah
kursi panjang ditengah taman, cuaca saat ini sedikit berawan,jadi tidak terlalu
panas.
Ditaman ini, banyak skali
anak-anak kecil yang sedang berlarian.
Aku jadiingat, saat dulu
aku dan Sulli pergi ke taman ini, aku dan dia pernah bercanda jika kami memiliki
keluarga kecil, kami akan membawa anak-anak kami ketaman ini untuk bermain dan
menjadi keluarga kecil yang bahagia.
Oh God!!! Apa yang
barusan kupikirkan??Mengapa aku teringat akan Sulli?
Ingat , kau sudah
mempunyai Krystal ,untuk apa kau memikirkannya???
Aku pun berjalan
mengelilingi taman ini, aku menuju sebuah danau yang ada di ditaman ini. Danau
yang cukup indah.
Tak jauh dari danau itu,
kulihat ada 2 sejoli yang sedang berpacaran, sungguh romantis.
Tunggu dulu........
Wanita itu..........
Sepertinya aku
mengenalinya.....
"Krystal??!!" Ucapku
kaget. Apa iya wanita itu Krystal?
Aku harus kesana!!!!
*Minho P.O.V
"Oh, jadi ini yang
namanya acara dengan teman? Hah? Bermesraan dengan lelaki lain di belakangku"ucapku sambil
mendekati Krystal dan lelaki itu.
"Minho?
Ka..kau..." Ucapnya kaget
"Kenapa? Kaget aku
disini?" Ucapku
Kulihat Krystal tampak
terdiam. Lelaki disebelahnya pun kulihat mengenggam tangan Krystal.
"Mulai sekarang,
kita PUTUS" ucapku dengan lantang.
"its okay,
tidak masalah aku putus denganmu. Kau tau? Aku hanya mengambil popularitasmu,
karna aku tau kalau kau adalah salah satu dari anggota tim basket
disekolah" ucapnya santai.
"lagipula
aku juga lelah berpacaran denganmu, aku juga lelah jika harus berselingkuh
secara diam-diam. Dan perkenalkan, ini Kai. Dia kekasih baruku" ucapnya lagi.
#Plak
1 tamparan mendarat dipipinya.
"Kau benar-benar
wanita jalang!!!" Ucapku lalu meninggalkan mereka berdua.
Aku benar-benar tak habis
pikir, Krystal tega melakukan ini padaku.
Aku mencintainya dengan
tulus, tapi dia?
Huh, seharusnya aku
percaya dengan Sulli waktu itu.
Seharusnya aku lebih
percaya dengan sahabatku, bukannya percaya dengan Krystal.
Sulli?
Oh my God!! Aku telah
menampar Sulli waktu itu hanya untuk membela Krystal...
Aku harus ke rumah Sulli sekarang. Aku harus meminta maaf padanya. Aku memang laki-laki bodoh yang tega
menampar sahabat sendiri. Ia tidak berbohong padaku. Ia bicara jujur.
Ku lajukan mobilku dengan
kecepatan tinggi agar aku bisa segera tiba dirumah Sulli.
Setibanya dirumah Sulli, aku
langsung menekan tombol bel yang ada di dekat pintu.
*Ting Tong
Tak lama,seorang pembantu keluar dari pintu tersebut
"ada yang
bisa saya bantu?" Ucap pembantu tersebut.
"Sullinya ada?"
Tanyaku.
"nona Sulli sedang dibawa ke rumah sakit oleh tuan Taemin"
"Apa? Ke rumah
sakit? Dia kenapa?" Tanyaku.
"keadaan nona
Sulli drop lagi"
"Baiklah, dimana
rumah sakitnya?" Tanyaku
"di
*random*"
"Baiklah, terima
kasih" ucapku.
------------------------------------------------------
Sesampainyadi rumah
sakit, aku langsung menuju ke ruang gawat darurat.
Aku melihatada Taemin serta eomma dan appanya Sulli.
"Eomma ,apa yang
terjadi pada Sulli?" Ucapku pada eomma yang matanya masih sembab airmata.
"Dasar bajingan
kau!!!" Ucap seorang pria lalu langsung memukulku dengan keras.
"kau telah
menyakiti Sulli, dan sekarang kau kemari. Apa maumu sebenarnya? Mau menampar Sulli lg?
Hah?" Ucap Taemin padaku dengan emosi.
"Maafkan aku, aku
tau aku salah. Aku memang bodoh waktu itu" ucapku menyesal.
Kulihat Taemin akan
memukulku lagi, tapi ia menahan dirinya.
Ku lihat ia menjauh
dariku dan duduk disalah satu kursi tunggu.
#skip
"ada yang
bernama Minho disini?" Ucap seorang dokter saat keluar dari ruangan Sulli ditangani
tadi.
"Saya dok, saya
Minho" ucapku.
"nona Sulli terus menerus memanggil nama anda, sebaiknya anda masuk kedalam"ucap
dokter itu
"apa saya
boleh masuk dok?" Kudengar suara Taemin bertanya pada dokter itu.
"maaf, hanya
1 orang yang di perbolehkan masuk, agar tidak mengganggu pasien"ucap
dokter.
Sebelum aku masuk ke
ruangan Sulli, aku memakai baju yang disediakan dari rumah sakit untuk menjenguk
kondisinya.
"Sulli-ah...."Lirihku.
Kulihat seorang gadis dengan cup oksigen dan berbagai macam selang ditubuhnya.
"Sulli-ah...Apa yang
terjadi padamu?" Ucapku pelan. Aku duduk disebuah kursi yang ada di samping
tempat tidurnya.
"Oppa..."Lirihnya. Kupandangi mata sayu nya.
"Maafkan aku Ssul,
maafkan aku. Aku sungguh menyesal waktu itu. Dan ucapanmu itu benar. Krystal memang berselingkuh. Aku seharusnya percaya padamu waktu itu" jelasku.
Tanpa terasa, ada sesuatu yang membasahi kelopak mataku.
Kulihat Sulli mencoba untuk
tersenyum.
"Saranghaeyo" ucapnya dengan suara yang hampir berbisik.
"Nado saranghaeyo, sulli-ah" ucapku.
"maafkan aku
jika aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik bagimu "lirihnya.
"Kau bicara apa? Kau
adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki didunia ini Ssul"
"maafkan aku
jika aku sudah tidak bisa menjadi sahabatmu lagi didunia ini"
"Ssul,apa yang kau
bicarakan? Kau akan sembuh. Kau ingat akan khayalan kita ditaman waktu itu?
Jika kita sudah menikah, kita akan membawa anak-anak kita bermain ditaman. Apa
kau tidak mau mewujudkan khayalan itu?" Ucapku sambil mengelus rambutnya.
Kulihat butiran air mata
mulai turun membasahi wajahnya.
"Ssstt,jangan
menangis. Saranghaeyo, Ssul" ucapku sambil mengecup bibir pucatnya.
Wajah pucatnya kembali
membentuk sebuah senyuman.
Ku genggam tangannya.
*Tuuuuuuuuuuutttttttttttttt*
Ku dengarsebuah suara
ganjil terdengar.
"Sulli???Bangun Ssul!!!
Kumohon jangan tinggalkan aku!!!" Ucapku. Kulihat alat pendeteksi jantung
sudah menunjukan sebuah garis lurus.
"Sulli-ah!!Aku tau kau
akan sembuh." Ucapku sambil masih memeluk tubuh kakunya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari ini adalah hari
ulang tahunku, dan hari ini juga Sulli telah pergi untuk selamanya meninggalkan
dunia ini.
Beberapa orang yang hadir
dalam pemakaman Sulli sudah mulai pulang.
Tapi aku masih jongkok
(?) disamping makamnya sambil mengelus nisan itu.
"ini"
ucap Taemin yang masih ada bersamaku sambil memberikan secarik kertas.
"Apa ini?"
Tanyaku.
"entahlah,
tapi Sulli menitipkan itu padaku beberapa hari yang lalu" ucap Taemin. Aku pun
tersenyum padanya.
"Terimakasih kau
telah menghiburnya, selama aku menyakitinya. Aku sungguhmenyesal" ucapku.
"penyesalanmu
sudah terlambat" ucapnya lalu pergi meninggalkanku sendirian dipemakaman
itu.
#skip
Aku sedang duduk terdiam
dikamarku sambil menatap sebuah kotak yang Sulli berikan padaku sebulan yang lalu.
Aku pun membuka kotak
itu.
Kulihat ada sebuah syall
biru yang sangat indah. Didalam itu, aku juga menemukan sebuahsurat.
"Happy birthday oppa, maafkan aku jika aku tidak bisa berada disisimu saat hari ulangtahunmu.
Tapi aku harap, dihari ulang tahunmu ini, semua permohonanmu bisa terkabul. Oiya,
aku membuat syall ini dengan tanganku sendiri, semoga kau menyukainya ya"
Ku ambil syall itu dari
kotaknya. Ku cium syall itu.
Tiba-tiba, aku teringat
akan sebuah kertas yang diberikan Taemin tadi padaku. Aku pun mengambil surat itu
dari saku celanaku.
To: Minho oppa
Aku tau, saat kau membaca
surat ini, aku sudah tidak ada di dunia ini.
Aku hanya mau bilang,
maafkan aku jika aku punya salah padamu, terutama beberapa hari yang lalu saat
kau menamparku. Kau tau? Rasa sakit ini akan tamparan ini tidak ada artinya jika
harus dibandingkan dengan rasa sakit yang kau tinggalkan saat kau bersama Krystal.
Aku sudah mencintaimu
sejak lama, hanya saja aku terlalu takut untuk mengutarakan perasaan ini.
Ya, aku memang pengecut. Tapi satu hal yang harus kau tau, aku tidak pernah sama sekali memfitnah ataupun berbohong padamu. Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat waktu itu.
Ya, aku memang pengecut. Tapi satu hal yang harus kau tau, aku tidak pernah sama sekali memfitnah ataupun berbohong padamu. Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat waktu itu.
Tapi, kau tidak perlu
khawatir, jika aku sudah tidak ada didunia ini, maka tidak akan ada yang akan
mengganggu hidupmu lagi. Saranghaeyo, oppa
Love,
Choi Sulli.
Tanpa terasa, setelah
membaca surat itu, air mataku kembali mengalir. Aku tau, menangis bukanlah hal
yang pantas bagi seorang lelaki. Tapi aku sudah tidak bisa menyembunyikan
kesedihanku ini.
Maafkan aku Sulli-ah. Maafkan
aku jika aku begitu menyakitimu. Maafkan aku jika aku selalu membuatmu menangis.
-The End-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar