Senin, 28 April 2014

Please Say "I Love You"

Title: Please Say "I Love You"
Cast: Choi Minho, Choi Sulli, Lee Taemin, Krystal Jung
Genre: Sad, Friendship
Rate: 13
(ONESHOOT)



















Happy Reading ^_^


*Tok Tok Tok

“ Ssul, ayo bangun, kau tidak sekolah?” ucap seorang wanita mengetuk pintu kamarku.

“Ne eomma, 5 menit lagi” ucapku sambil kembali masuk kedalam selimutku

” tapi Minho sudah menunggumu dibawah” ucap eomma ku lagi. 
Seketika juga aku membuka mataku.

”Mwo?dibawah?” ucap ku kaget

” Ne, dia sudah datang untuk menjemputmu katanya” ucap eomma

”Baik eomma, tunggu sebentar” ucapku lalu segera bergegas mengambil handuk dan pergi kekamar mandi

Perkenalkan, Namaku Choi Jinri, tapi biasa dipanggil Sulli. Aku gadis berusia 17 tahun.
Aku anak tunggal dari pasangan Choi Siwon dan Park Hee gi.

Dan Minho oppa?  Dia adalah sahabatku sejak kecil. Kami sangat dekat, mungkin kami seperti adik-kaka. Tapi aku mempunyai perasaan lebih dari sekedar hubungan ”adik-kaka” padanya. Tapi aku tidak tau, apakah ia mempunyai perasaan yang sama padaku atau tidak.

Seusai mandi, aku segera memakai pakaianku. Aku tidak mau membuat Minho oppa terlalu lama menungguku.

”Annyeong oppa” sapaku ketika turun menuruni tangga. Kulihat dia sedang mengobrol dengan eomma dan appaku di ruang makan. Karna kami sudah lama berteman, eomma dan appa sudah menganggap Minho oppa seperti anaknya sendiri.

”Annyeong Ssul” balasnya.

”Mian, sudah lama menunggu ya?” ucapku sambil menghampirinya.

”Ne, kira-kira aku sudah 1 jam disini” ucapnya sambil melirik jam tangan yang dipakainya.

”Uh, kau berlebihan sekali” ucapku sambil mencubit pinggangnya.

”aww” ringisnya

”hey, sudah sudah, kalian ini, masih pagi sudah bertengkar saja” ucap eomma.

Aku dan Minho oppa hanya bisa menyengir semanis mungkin.

”ayo, Minho, aegy, dimakan dulu sarapannya” ucap eomma

..................................
”Bye eomma” pamitku sebelum aku masuk ke mobil Minho oppa

”hati-hati aegy” balas eomma ku sambil melambaikan tangannya.

Selama dimobil, kuperhatikan Minho oppa hanya senyum-senyum daritadi.

”ada apa denganmu? Apa kau sudah tidak waras?” ucapku memecah keheningan dimobil itu.

”tidak apa, aku hanya lagi senang” ucapnya.

”Senang? kenapa? Apa yang membuatmu pagi-pagi sudah gila seperti ini?” cibirku. 
Tapi ia masih tetap senyum-senyum sendiri.

”hal yang sangat membuatku bahagia” ucapnya bersemangat.

”memangnya ada apa? ceritakan padaku” ucapku yang juga penasaran. 
Kulihat ia menarik napas sebentar.

” kau tau? Semalam Krystal membalas smsku” ucapnya sambil tersenyum lagi.

*Deg!

Entah mengapa begit aku mendengar nama ”Krystal” seakan mengambil kebahagiaan yang ada pada diriku saat ini.

”Kry..Krystal?” tanyaku

”Ne, Jung Krystal. My angel” ucapnya senang

“Oh” ucapku yang hanya ber “Oh” ria.

”oiya Ssul, sepertinya nanti siang kita tidak bisa pulang bersama” ucapnya

”memangnya kenapa? Kau ada tugas tambahan ya?” tanyaku.

”Aniya, tapi aku sudah janji pada Krystal untuk mengajaknya pergi hari ini” ucapnya.

Entah ini hanya perasaanku saja atau bagaimana, tapi hatiku rasanya sakit mendengar Minho oppa akan pergi dengan wanita lain selain aku.

”kau tidak apa kan?” tanyanya. 
Tapi aku masih diam, Rasanya aku tidak bisa merelakan Minho oppa.  walaupun aku tau, Minho oppa sudah sering bercerita tentang Krystal, hanya saja ia baru berani untuk berbicara pada Krystal akhir-akhir ini.

”Ssul?” panggilnya lagi.

”Oh ya, tak apa. Aku mengerti itu” ucapku yang masih berusaha untuk tersenyum. semyuman terpaksa lebih tepatnya.

”Gomawo, kau memang sahabat terbaikku” ucapnya sambil memberikan senyuman yang bisa membuatku pingsan rasanya.

Tak terasa, mobil Minho oppa sudah terparkir di parkiran sekolah.
Aku pun segera turun dari mobil itu.

”Sampai nanti ya” ucapnya padaku.

”Ne, sampai nanti” balasku.

Aku pun berjalan sendiri dengan lesu menuju kelasku.

”Annyeong Ssul” ucap seseorang menyapaku saat aku baru duduk dikursiku.

”Annyeong...” ucapku tidak bersemangat.

”Kau kenapa? Pagi-pagi gini udah lesu” ucap orang yang bernama Taemin itu padaku.

”Tidak apa” ucapku singkat.

”btw, dimana Minho? Tumben kau tidak bersamanya. Biasanya kalian sudah seperti amplop dan perangko, dimana ada Kau, disitu pasti ada Minho”  ucap Taemin.

”Dia sedang ada urusan” jawabku singkat. Mungkin Taemin tau aku sedang malas diajak bicara, makanya ia tidak bertanya hal yang tidak penting lagi padaku.

#Skip

Istirahat ini, tidak seperti biasanya. Hari ini Minho oppa tidak menghampiriku kekelas.

”hey Ssul, mau ke perpus tidak? Aku sedang mau mencari buku buat tugas nih” tawar Taemin.

Tawaran Taemin tidak ada salahnya, daripada aku berdiam diri dikelas dan menunggu Minho oppa yang tidak mungkin datang, Lebih baik aku ke perpustakaan.

”baiklah, ayo” jawabku.

”Kau membaca buku tentang apa?” tanyaku pada Taemin saat kami berada di perpustakaan.

”ini, tentang filosofi manusia purba” jawabnya lalu kembali fokus membaca.
Sedangkan aku, hanya membolak-balik halaman buku yang tadi kuambil asal.

”Ssul?” panggil Taemin padaku.

“Eoh?” jawabku sambil masih membolak-balik halaman buku tanpa ku tau isinya.

”Ssul, kau sedang bertengkar dengan Minho ya?” tanyanya tiba-tiba, yang membuat ku menghentikan aktivtasku.

”be..bertengkar? ti..tidak kok, aku baik-baik saja dengannya”jawabku kikuk. Sejenak, kami terdiam.

”memangnya kenapa? Kok tiba-tiba kau bertanya seperti itu?” tanyaku

” tidak apa, hanya saja, tumben skali kalian tidak bersama” ucapnya.

 -------

Dari kemarin, Taemin terus menghubungiku, bertanya apakah rencanaku sudah berhasil pada belum. Padahal aku baru bertemu dengan Minho oppa sore ini -_-

*TIN TIN
Kudengar suara klakson mobil Minho oppa dari kamarku.
Aku pun segera turun, aku mengenakan kaos dan celana pendek, serta sepatu berwarna ungu dan juga tas kecil berwarna putih.
”Eomma, aku pergi dulu” pamitku pada eomma ku
”hati-hati sayang” ucap eomma.
Aku pun segera masuk kedalam mobil Minho oppa.
”Annyeong Ssul” sapa Minho oppa ketika aku memasuki mobilnya.
”Annyeong” balasku.
”apa yang ingin kau bicarakan?” tanyanya
”rahasia, tapi bisa tidak kita pergi ke tempat yang cocok untuk berdua?” tanya ku
”hmmm, sepertinya aku tau tempat yang cocok” ucapnya.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
Minho oppa membawaku ke sebuah taman bunga nan cantik.
Minho oppa pun mengajakku duduk di bawah sebuah pohon rindang. 
Udara disini pun juga sangat sejuk
”Oppa/Ssul” panggil kami bersamaan.
”kau dulu” ucapku
”tidak, kau saja dulu” ucapnya
”tidak apa, kau saja dulu” balasku lagi
”hmm, baiklah aku dulu ya” ucapnya
”aku ingin bercerita sesuatu padamu” ucapnya dengan wajah senang.
”sesuatu? Apa itu?” tanyaku penasaran
”mungkin ini adalah hari terbahagia dalam hidupku” ucapnya sambil tersenyum.
”hmm, memang ada apa pada hari ini?” tanyaku yang juga penasaran.
”kau tau? Hari ini aku resmi berpacaran dengan Krystal” ucapnya sambil menatap senang ke arahku
”ber..berpacaran?” tanyaku
”Ne, aku tidak menyangka kalau dia akan menerima cintaku” ucapnya lagi.
Entah mengapa, hatiku terasa sakit. Apakah mungkin aku memberitaunya tentang perasaanku ini?
Sepertinya tidak mungkin.....
”wah, selamat ya, akhirnya kau bisa mendapatkan wanita pujaanmu” ucapku sambil mencoba tersenyum.
Andaikan Minho oppa bisa mengerti akan apa yang aku rasakan saat ini.
”Ne, gomawo” ucapnya sambil memberikan senyuman yang bisa membuat hati wanita manapun akan meleleh.
”btw, apa yang mau kau bicarakan tadi?” tanyanya
”emm, itu, emmm” ucapku ragu.
”itu apa?hmm?” ucapnya dengan tatapannya yang menenangkan
”emm, tidak apa, itu tidak penting” ucapku.
”benarkah? Kau bohong, aku yakin ada sesuatu yang penting” ucapnya sambil menaikan daguku sehingga aku bisa melihat matanya dengan jelas.
Oh God..... apa yang harus aku lakukan??
”tidak, aku tidak bohong” ucapku sambil berusaha menatap matanya agar ia bisa mempercayaiku.
Tiba-tiba saja Minho oppa memeluk tubuhku erat dan penuh kehangatan.
”kau tau? Kau adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki” bisiknya didekat telingaku.
Aku pun membalas pelukannya. Aku berharap, ini semua tidak akan pernah berakhir.
*Ooooh don't you know? It doesn't matter if the sun is going down on me You light my world My little girl*
Terdengar suara ponsel Minho oppa yang berbunyi.
” Ne, yeoboseyo?”
”.........................”
” sekarang?”
”...............................”
” baiklah, aku akan kesana”
”......................................”
”ok, bye”
Kudengar Minho oppa berbicara di ponselnya.
”Mianhae Ssul, sepertinya aku tidak bisa mengantarmu pulang lagi” ucap Minho menyesal.
”its okay, memangnya ada apa?” tanyaku
”Krystal memintaku untuk menjemputnya di mall” jawabnya
”okay, aku mengerti itu” jawabku
” tapi, apa kau tak apa-apa?” tanyanya
”Ne, tak apa kok. Lebih baik kau jemput Krystal sekarang, nanti dia menunggumu terlalu lama” ucapku
”baiklah. Sampai nanti, Ssull” ucapnya lalu berdiri dan berjalan menjauhiku.
Sekarang, aku duduk sendiri ditaman.
Aku ingat, beberapa menit yang lalu, Minho oppa masih disini memelukku. Pelukannya yang hangat, pelukan yang selama ini kuinginkan.
Tapi beberapa saat yang lalu juga, Minho oppa pergi meninggalkanku sendirian di taman ini.
Apakah saat-saat indah selalu berjalan secepat ini?
Aku pun bersandar pada batang pohon yang kokoh. Ku ambil ponselku.
Ku lihat foto-fotoku saat bersama Minho oppa waktu itu. Saat ia masih care denganku. Saat ia belum berpacaran dengan Krystal.
Entah mengapa, tanpa terasa air mataku kembali mengalir melihat foto-foto itu. Sayangnya, itu semua hanya sebuah kenangan, kenangan yang terlalu manis untuk dilupakan.

*drrrtttt drrrttt* ponselku bergetar saat aku sedang melihat koleksi fotoku.
”Ne Taemin, ada apa?” tanyaku dengan suara sedikit parau.
”Ssul? Kau dimana? Apa kau habis menangis? Apa Minho menyakitimu?” tanyanya beruntun padaku.
”tidak, im okay dan aku tidak menangis” ucapku singkat.
”kau tidak perlu bohong Ssul, sekarang kau dimana?” tanya Taemin.
”aku sedang di taman *random*” jawabku.
”baiklah, aku akan segera kesana”
”eh tidak usah, aku....” tapi belum sempat aku bicara, Taemin sudah mematikan ponselnya.
Kulihat jam tanganku, ternyata sudah pukul 5 sore, itu berarti sudah 1 jam lebih aku berada ditaman ini.
 ---------

”Ssul?” panggilseseorang sambil menepuk bahuku. Aku pun menoleh ke belakang.


”Taemin?” jawabku. Taemin pun duduk disampingku.

”kau habis menangis?” tanyanya.

“menangis? Tidak kok”ucapku sambil menghapus sisa –sisa airmataku (?)

”kau tidakperlu berbohong padaku, Ssul. Apa yang telah Minho lakukan sampai membuatmu menangis seperti ini? hmm?” tanyanya lembut.

”tidak, Minho oppa tidakmelakukan apapun padaku” ucapku sambil menatap lurus kedepan.

Taemin pun memegang kedua pipiku.

”ceritakan saja” ucapnya lagi.

Aku pun menatap wajahnya, dan tanpa sadar aku langsung memeluknya erat.
Air mataku pun tumpah seketika hingga membasahi kaos yang dipakainya.

”ssttt ssttsttt” ucapnya sambil memelukku dan mengelus rambutku untuk menenangkanku.

”menangislah jika itu terlalu sakit untukmu” ucap Taemin lembut. Aku pun masih terisak didekapannya

Setelah aku merasa lebih tenang, aku pun melepaskan pelukanku.

”Mianhae” lirihku sambil menundukan kepala.

”its okay, sekarang, apa kau sudah siap bercerita?” tanyanya lembut.
Aku pun menganggukan kepalaku pelan.

” aku siap mendengar” ucapnya.

Aku pun menarik napas dalam sebelum mulai bercerita.

”Minho oppa sudah memiliki pacar” ucapku pelan

”Mwo? Yeojachingu?”ucapnya kaget.

”Ne, dengan Krystal”lirihku lagi.

”Krystal? Tapi, bukankah kau sudah menyatakan......” belum sempat Taemin melanjutkan kalimatnya, 
aku sudah menggelengkan kepalaku.

”jadi,kau.....” sekali lagi aku menggeleng.

”oh Ssul, mengapa kau tidak katakan padanya?” tanyanya

”sepertinya sudah tidak ada ruangan kosong lagi bagiku, Minho oppa begitu mencintai Krystal”jawabku lesu.

”ssstt, kau jangan sedih. Aku tau perasaanmu. Aku juga pernah berada diposisimu saat ini”ucap Taemin.

”apa mungkin aku memang tidak ditakdirkan untuk bahagia? Apa orang sepertiku tidak pantas untuk bahagia?” tanyaku dengan suara bergetar.

”sstt, siapa bilang kau tidak pantas bahagia? Gadis sepertimu pantas untuk mendapatkan kebahagiaan, hanya saja bukan sekarang” ucap Taemin.

”lalu kapan? Apa aku harus mati dulu untuk mendapatkan kebahagiaan? Jika iya, lebih baik Tuhan mengambil nyawaku sekarang, agar aku bisa mendapatkan kebahagiaanku” ucapku sambil terisak.

Taemin pun memelukku lagi.

”kau jangan berkata seperti itu” bisiknya

”aku yakin, Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik untukmu” lanjutnya lagi.

~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_~_

Sudah beberapa hari ini, Taemin lah yangmenjemputku, bukan Minho oppa.

Sesampainya disekolah, aku dan Taemin berjalanbersama menuju kelas. Kulihat Minho oppa dan Krystal juga berjalan bersama tetapi berlainan arah denganku.

”tunggu sini sebentarya, aku mau kesana dulu” ijinku pada Taemin

”tapi....” jawabnya.

”sudah tenang saja, tidak akan lama kok” ucapku. Aku pun berjalan menuju Minho oppa dan Krystal

”Annyeong” sapaku pada mereka berdua.

”Annyeong Ssul” sapa Minho oppa

”emm, Krystal, bolehku pinjam Minho oppa sebentar? Aku janji tidak akan lama” ucapku. 
Kulihat Krystal hanya memutar bola matanya..

”jadi, ada apa?” tanya Minho oppa.

”tidak apa, aku hanya mau memberikanmu ini” ucapku sambil memberikan Minho sebuah kotak kado yang telah ku hias sendiri

”apa ini?” tanya Minho.

”itu hadiah ulangtahunmu” ucapku.

”tapikan, ulangtahunku masih sebulan lagi” ucapnya. 

”tidak apa, tapi kau harus membukanya saat ulang tahunmu, jangan dibuka sekarang” jelasku.

”ah, kau membuatku penasaran saja” ucapnya, aku pun hanya tertawa pelan.

”sebaiknya kau haruskembali, sepertinya Krystal sudah lelah menunggumu” ucapku sambil melihat kearah Krystal yang tidak jauh dari tempat kami bicara.

”hmm, baiklah, sampai nanti, dan makasih buat kadonya” ucap Minho.

“No problem” jawabku. Kulihat Minho oppa kembali pada Krystal, sedangkan aku kembali menghampiri Taemin.

“maaf lama menunggu”ucapku.

”its okay, tadi kulihat kau memberi kado pada Minho ya?” tanyanya.

“Ne, itu kado untuk ulang tahunnya” ucapku

”apakah ia berulang tahun hari ini?” tanyanya.

”Ani, masih bulan depan” jawabku.

”lalu, mengapa kau memberikan kadonya sekarang?” tanyanya.

”entahlah, mungkin aku hanya takut kalau aku tidak ada waktu lagi” ucapku.

”waktu? Maksudmu?”

”ah sudahlah, tidak usah dibahas, lebih baik sekarang kita kekelas” ajakku
........................................................................................................

Selama dikelas, entah mengapa pandangan kutidak bisa fokus pada materi yang diajarkan, rasanya kepalaku amat sangat pusing dan seakan berputar.
Aku merasakan sesuatu keluar mengalir dari hidungku, hingga semuanya menjadi gelap........


*Author P.O.V

”Sulli-ah!!!” teriak Taemin yang duduk dibelakang Sulli, saat mengetahui Sulli pingsan.

Dengan segera, Taemin langsung menggendong Sulli dan membawanya ke ruang UKS sekolah.

”jadi, ada apa dengannya ?” tanya Taemin pada perawat yang bertugas di UKS sekolah.

”apa dia tadi sudah meminum obatnya?” tanya perawat itu.

”obat? Obat apa?” tanya Taemin bingung.

” apa anda tidak tau, kalau teman anda ini menderita leukimia?”tanya perawat itu.

”Mwo? Leukimia?”

”Ne, biasanya, saat istirahat, teman anda ini menuju kesini untuk meminum obat yang dibawanya untuk mengurangi rasa sakitnya, katanya agar teman-temannya tidak tau penyakitnya” jelas perawat itu.

Taemin pun terdiam sejenak.

”baiklah saya harus keluar dulu, tolong jaga dia sampai ia sadar" ucap perawat itu lalu pergi meninggalkan ruang UKS.

-------------
*Ellena P.O.V

”Ssul? Kau sudah sadar?”ku dengar seseorang bicara padaku.

Beberapa kali, aku mengerjapkan mataku agar aku bisa melihat orang itu dengan jelas.

”Ssul” ucap orang itu lagi sambil mengelus rambutku.

”Taemin?” ucapku saattau orang itu Taemin, sedangkan ia hanya tersenyum ke arahku.

”dimana aku?” tanyaku bingung saat melihat kesekelilingku.

”kau sedang adadi UKS, tadi kau pingsan saat pelajaran” jelasnya.

”pingsan? Sudah berapa lama?” tanyaku

”sekitar hampir 2 jam. Kau tau? Aku tadi sangat khawatir ketika kau pingsan” ucapnya

”sepertinya kita harus kembali ke kelas” ucapku sambil mencoba bangun dari tidurku.

”hey, kau baru saja sadar dari pingsanmu, dan sekarang kau mau kembali kekelas? Lebih baik kau istirahat disini” ucap Taemin sambil menidurkanku kembali.

Aku pun hanya menurut saja.

”Ssul?”panggilnya lagi

”mengapa kau tidak bilang jika kau menderita leukimia?”tanyanya dengan nada bicara yang serius.

Seketika, aku pun kaget mendengar itu.

”da..darimana kau tau?” ucapku sedikit gugup.

”perawat itu yang mengatakannya padaku, kau selalu kesini untuk meminum obatmu. Seharusnya kau bilang padaku, jadinya aku bisa.......” belum selesai Taemin bicara, aku sudah memotongnya

”Tae..” panggilku.

”Ne?”

”boleh aku meminta tolong sesuatu?”

”minta tolong apa?”

”tolong jangan beritaukan ini pada Minho oppa” ucapku

”tapikan ia sahabatmu, ia wajib tau tentang hal ini”

”Jeball... aku hanya tidak mau merusak kebahagiaan yang ia rasakan saat ini dengan Krystal” ucapku

Taemin pun terdiam. Sebelum akhirnya ia berkata ”baiklah”


*Tok Tok Tok

Sebuah ketukan pintu UKS memecahkan keheninganyang terjadi sesaat antara aku dan Taemin.

”Ssul? Apa yang terjadi padamu? Apa kau baik-baik saja?” terdengar suara seseorang yang ku kenal.

”Oppa?” ucapku.

”Tae, apa yangterjadi pada Sulli? Mengapa dia bisa disini sekarang?” tanyanya pada Taemin yang ada didekatku.

”dia tadi pingsan saat pelajaran” jelas Taemin.

”pingsan? Bagaimana bisa?” ucapnya panik.

”sudahlah oppa, aku sekarang sudah tidak apa-apa kok” ucapku.

”syukurlah, aku tadi kekelasmu dan kata temanmu, kau dibawa ke UKS” ucap Minho.

”Gomawo, kau sudah mau peduli padaku” ucapku.

”Sulli, Minho, sepertinya aku harus keluar dulu, aku ada urusan” ucapnya

”baiklah, sampai nanti” ucapku.


*ceklek

Terdengar suara pintu yang tertutup, itu berarti Taemin sudah keluar.
Sekarang, hanya ada aku dan Minho oppa.

”sebenarnya, apa yang terjadi padamu?” tanya Minho sambil menggenggam tanganku.

”aku tidak apa-apa oppa, kau tidak perlu khawatir” ucapku

 kau jangan bohong, kenapa kau tiba-tiba pingsan seperi itu?” tanyanya

”mungkin aku hanya kelelahan, semalam aku bergadang untuk mengerjakan tugas” dustaku.

”Mianhae Ssul, semenjak aku bersama Krystal, aku sudah tidak bisa mengontrol keadaanmu lagi”sesalnya

”Oppa, ini bukan salahmu. Ini salahku. Aku yang terlalu memaksakan diri untuk tidur hingga larut malam” ucapku

”begini saja, untuk menebus rasa bersalahku, bagaimana jika nanti aku mengantarmu pulang?”tawar Minho

”entahlah oppa, aku....”

”ayolah Ssul, lagipula kita sudah lama tidak pergi bersama” ucap Minho

”lalu, bagaimana dengan Krystal? Bukannya kau harus mengantarnya juga?” ucapku

”itu masalah mudah, Krystal pasti akan mengerti, jadi kau mau kan?” ucapnya

Aku pun menganggukan kepalaku tanda setuju.

#skip

”Loh oppa, ini kan bukan jalan mau kerumahku” ucapku saat berada didalam mobil Minho

”memang bukan”ucapnya santai.

”tadi katanya kau mau mengantarku pulang” protesku.

”memang iya, tapi nanti. Lebih baik sekarang kita jalan-jalan dulu, ini kan masih sore”ucapnya.

”huh” aku mempoutkan bibirku, tanda rasa sebalku kepadanya.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.--.-.-.-..-

” Oppa, apa kau bisa mendapatkan boneka itu untukku?” tantangku saat kami berada di sebuah taman bermain.

”hanya itu? Itu hal mudah” ucapnya percaya diri. Kami pun berjalan ke arah stand permainan itu.

”perhatikan baik-baik. Dalam 1 lemparan, pasti aku sudah mendapatkannya” ucapnya. Uh,sungguh terlalu pede sekali orang ini.

Minho pun mulai mengambil ancang-ancang untuk melempar gelang besar ke botol yang ada.
Dan.............

”ah, damn”gumamnya. Aku hanya tertawa kecil

”mana? Katanya 1 lemparan saja bisa” ledekku.

”tenang, ini baru permulaan” ucapnya. Ia pun memulai strategi baru untuk melemparnnya.

”perhatikan ini”ucapnya ” satu.. dua... tiga... ahhhh” lanjutnya kesal.

Lagi-lagi ia gagalmemasukan gelang itu.

”itu tadi aku sengaja” ucapnya.

”kalau tidak bisa, yabilang saja” cibirku.

”tadi itu kan aku sengaja, baiklah, sekarang aku serius” ucapya. 
Ia pun mulai mengambil posisi lagi, dan......

”yeayyy” ucapnya bahagia.

” ihat kan? Sudah ku bilang aku bisa mendapatkannya” ucapnya senang.

”ya, tapi kan pada lemparan ketiga -_-” ucapku.


#skip


”Oppa, aku mau ketoilet dulu ya” ijinku

”baiklah, jangan lama-lama ya” ucapnya.

Akupun segera pergi ke toilet.

”Krystal?” panggilku pada seseorang di sebelahku saat aku sedang mencuci tanganku.

”Sulli?” ucapnya juga.

”aku tidak menyangka bisa bertemu disini” ucapku

”Ne” ucapnya singkat

Aku dan Krystal pun berjalan beriringan seusai keluar dari toilet.

”aku duluanya, bye” ucapnya sambil menggandeng seorang lelaki.

Tunggu. Bukannya dia berpacaran dengan Minho oppa? Lalu siapa laki-laki itu? Apa dia selingkuh dari Minho oppa?
Aku pun segera ke tempat Minho oppa menungguku tadi.

”lama sekali sih”ucap Minho

”hehe, Mian” jawabku.

” ayo kita jalan-jalan lagi” ucapnya

”emm oppa?” panggilku

”Ne? waeyo?”tanyanya

”tadi aku bertemu dengan Krystal di toilet” lanjutku

”Krystal? Dia disini juga? Bukankah dia mau ke salon” ucapnya.

”iya, aku tadi bertemu dengannya, tapi......” ucapku terputus. Aku ragu untuk memberitaukan hal tadipada Minho oppa.

”tapi apa?”tanya Minho

”tapi aku melihatnya Ssul,  Krystal tidak mungkin melakukan itu” ucap Minho.

”tapi aku sungguh melihatnya” ucapnya.

”baiklah, aku akan menelpon Krystal sekarang. Tapi, jangan sampai kau berbohong padaku ya ”ucapnya

Oh God, apa yang telah aku lakukan? Hubungan Minho oppa dan Krystal bisa hancur kalau begini.

”Yeobeoseyo? Krystal? Kau dimana?”

”.......................................”

”dengan siapa?”

”..........................................”

”baiklah, maaf mengganggu waktumu” ucap Minho oppa lalu mematikan telponnya.

Minho oppa pun menatap kearahku.

”kau bohong padaku Ssul” ucapnya.

”tapi..........” belumselesai aku bicara, Minho oppa sudah memotongnya

”Krystal sedang di salon dengan Suzy, temannya” ucapnya

”tapi sungguh, aku.....”

”sudahlah, lebih baik kita pulang, aku lelah” ucapnya tiba-tiba

Selama dimobil, Minho tidak mengeluarkan 1 katapun, ia fokus menyetir

”Oppa...” panggilku

”hmm” jawabnyasingkat.

”Mianhae, mungkin aku yang salah liat” ucapku untuk mencairkan suasana yang hening ini.

”Ne” jawabnya singkatlagi.

 Sekarang, aku benar-benar tidak tau harus bicara apa lagi. Dan yang aku tau, Minho oppa marah padaku.

”sudah sampai” ucapnya datar.

”Gomawo” ucapku. Dengan canggung aku pun keluar dari mobil Minho oppa, tak lupa aku membawa boneka yang tadi didapatkan Minho oppa saat ditaman bermain.

Tanpa mengucapkan kata apapun, Minho oppa langsungmelajukan mobilnya kembali.

._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._.

”Ssul, lihat ini, kau hebat, kau mendapat nilai ujian tertinggi dikelas biologi” ucap Taemin saat aku baru memasuki lorong sekolah.
Aku pun hyanya senyum sambil melihat ke daftar nilai siswa yang dibawa Taemin

”kau memang berbakat untuk menjadi dokter” ucap Taemin

”ah, kau bisa saja”ucapku sambil tersenyum.

Aku pun berjalan menuju lokerku untukmengambil beberapa buku. Kulihat seseorang disampingku juga sedang membuka lokernya. Siapa lagi kalau bukan Minho oppa.

Aku pun tersenyum kepadanya, tapi ia hanya menatapku datar.

”hey honey” kulihat seorang wanita datang menghampiri Minho oppa sambil mengecup pipinya.

”Annyeong” balas Minho.

”temani aku keperpus ya, bantu aku mengerjakan tugasku” ucap wanita itu dengan nada manja.

”sure, anythingfor you, sweety” ucap Minho sambil merangkul pinggul Krystal.

Tanpa sadar, aku terus memperhatikan merekaberdua hingga mereka menghilang dari pandanganku.

”ehhemmm” suara seseorang membuyarkan lamunanku.

”tidak usah dilihat seperti itu” ucapnya

”tidak, siapa yang melihat mereka?” ucapku

”kau tidak bisa membohongiku” ucapnya. Aku pun menarik napas panjang lalu menghembuskannyaperlahan.

”sudahlah, aku mau kekelas dulu” ucapku tanpa menghiraukan Taemin.

”hey tunggu”ucap Taemin menyusulku.

”Apa Tae? Aku sedang tidak mood sekarang” ucapku.

”sebenarnya kau dan Minho kenapa sih? Kenapa tadi Minho bersikap dingin padamu?” tanya Taemin penasaran.

”aku kan sudah bilang, sedang tidak mood untuk cerita, jangan bahas itu lagi” ucapku ketus

Taemin pun menurut dan pada akhirnya dia diam.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Hari ini hari sabtu dan aku berencana untuk pergi ke kedai es krim yang tidak jauh dari rumahku.
Aku duduk di dekat jendela, agar aku bisamelihat ke arah luar.

Beberapa minggu lalu, tepatnya sebelum Minho oppa berpacaran dengan Krystal, kami sering pergi ke kedai ini untuk makan es krim bersama.
Dan sekarang, Minho oppa pasti sudah tidak punya waktu lagi untukku. Dia pasti sedang sibuk dengan Krystal.

“Tunggu dulu, siapa orang itu? Apa dia Krystal?”ucapku kaget

 Kulihat ada sepasang kekasih yang memasuki kedai es krim ini, dan sepertinya aku kenal dengan si wanitanya.
Tapi, prianya? Itu bukan Minho oppa.
Pria itu sana dengan lelaki yang aku lihat ditaman bermain waktu itu.

Aku harus segera kesana.

”ehemm” ucapku ketika mendatangi meja Krystal dan lelaki itu

”hey Sulli-ah, kita bertemu lagi”ucap Krystal.

”yeah, dan tepatnya dengan selingkuhanmu lagi, bagaimana jika Minho oppa tau ya?” ucapku santai.

”lalu, apa masalah jika pria ini adalah pacarku? Hah?” ucapnya sedikit berteriak.

”akan ku adukan kau pada Minho oppa”ucapku

”oh yeah? Apa dia akan percaya padamu? Hmm?” ucapnya yang membuat aku berpikir sejenak.

Dia benar. Minho oppa tidak mungkin percaya padaku, jadi percuma saja kalau aku mengatakan hal ini.

”Minho tidak mungkin mempercayaimu, pasti dia akan lebih percaya padaku, kekasihnya. Kau jangan bermimpi untuk bisa mengambil Minho dariku ,Sulli.” ucap Krystal dengan nada sombongnya

Kesabaranku sudah mulai habis.

Aku mengambil semangkuk es krim yang ada di hadapanku lalu menumpahkannya pada Krystal.

Setelah itu, aku langsung pergi meninggalkan Krystal dan kekasihnya itu.

#skip

Malam ini, aku sedang bersantai dikamarku.

Krystal benar, Minho oppa sudah tidak percaya padaku lagi. Bagaimana aku bisa memberitaunya?
Tapi, aku tidak bisa membiarkan Minho oppa terus menerus dibohongi oleh Krystal. Jika Minho oppa mengetahuinya, aku yakin dia pasti akan sakit hati.

Dengan ragu, aku pun mengirim pesan pada Minho oppa

To: My lovely Oppa
”jika kau masih menganggapku sebagai sahabatmu, temui aku besok saat pulang sekolah ditaman belakang sekolah. Aku ingin bicara sesuatu padamu”

Aku pun menekan tombol send di ponselku.

*Minho P.O.V

Aku baru saja selesai mengerjakan tugasku, tapi tiba-tiba saja ponsel ku bergetar tanda ada pesan masuk.

Ku lihat nama yang tertera di layar ponselku, ternyata dari Sulli.

From: Sulli
”jika kau masih menganggapkusebagai sahabatmu, temui aku besok saat pulang sekolah ditaman belakangsekolah. Aku ingin bicara sesuatu padamu”

Mau apa lagi dia? Apa dia mau memberitau gossip murahan tentang Krystal lagi?
Tapi mau bagaimanapun juga, dia adalah sahabatku, bahkan sejak kami masih kecil.


*Sulli P.O.V

Sudah hampir 10 menit aku menunggu Minho opps di bangku taman ini.
Aku berharap, Minho oppa akan percaya kata-kata ku nanti.

”mau apa kau menyuruhku kesini?” kudengar suara dingin seseorang dibelakangku. Aku pun menoleh kebelakang.

”Oppa” ucapku sambil tersenyum padanya. Tapi ia malah memalingkan pandangannya dariku.

”cepatlah, aku tidak punya banyak waktu” ucapnya ketus. Aku pun tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.

”Oppa, aku punya kabar penting untuk mu” ucapku

”kabar apa? Cepatlah, langsung to the point saja, tidak usah bertele-tele” ucapnya datar.

”Kemarin saat aku di kedai es krim, aku melihat Krystal” ucapku

”Krystal? Tunggu dulu, jangan bilang kau melihatnya dengan lelaki lain” ucapnya menebak

”Ne oppa, sungguh, aku melihatnya dengan lelaki lain” ucapku

”sudah berapa kali ku katakan padamu, jangan membuat gossip buruk tentang kekasihku” ucapnya sambil menaikan nadanya 1 oktaf (?)

”Oppa, percayalah padaku, aku tidak bohong” ucapku.

”lebih baik kita tanyakan langsung pada Krystal” ucapnya. Kulihat ia menekan beberapa digit nomor diponselnya lalu menghubungi Krystal agar segera pergi ke taman belakang sekolah.

............................,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,..........................,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,..................

Tidak lama Krystal pun datang ketaman.

”hey hyoney, ada apa memanggilku kesini?” ucapnya sok mesra pada Minho

”aku ingin bertanya padamu, kuharap kau bicara jujur” ucap Minho

”Tentu, kau mau bertanya apa?” tanyanya

”kemarin siang, apa benar kau pergi ke kedai es krim dengan seorang laki-laki?” tanya Minho sambil menatap wajah kekasihnya itu.

”laki-laki?” ucapnya sambilterlihat berpikir sebentar.

”oh yeah, laki-laki itu, namanya Kai, dia adalah sepupuku” lanjutnya.

What??? Aku sungguh tidak percaya, pandai sekali dia berbohong.

”benarkah? Kau tidak bohongkan?” tanya Minho

”tentu, buat apa aku bohong padamu?” ucap Krystal

”tapi oppa, pria itu.........” belum selesai aku bicara, Minho oppa lagi-lagi memotongnya

”kau dengar sendirikan Ssul? Sudah cukup dengan sikapmu ini Ssul” ucap Minho

”tapi Oppa, apa kau lebih percaya dengan wanita ini, dibandingkan aku sahabatmu??!!” teriakku.

”Krys, sebaiknya kau kembali kekelas, aku mau bicara dengan Sulli dulu” ucap Minho.

”baiklah, bye” ucapnya sambil memandangku sinis.

”sekarang, apa mau mu? Hah? Kau tidak senang jika aku berpacaran dengan Krystal?” ucap Minho

”bukan begitu oppa, tapi ku mohon, percayalah padaku” ucapku

”sudahlah, aku lelah mendengarkan omong kosongmu. Aku kira kau sahabatku. Tapi aku tidak menyangkakau tega memfitnah Krystal seperti ini” ucapnya

”aku tidak pernah memfitnah siapapun. Aku berani bersumpah, dia pergi kekedai es krim itu dengan lelaki yang sama saat ditaman bermain. Kalau memang mereka sepupu, apakah sepupu akan bersikap romantis seperti itu? Hah? ” ucapku dengan suara mulai meninggi (?)

#PLAKK

Sebuah tamparan keras melayang kepipiku.

”mulai saat ini, kau bukanlah sahabatku lagi!!” ucapnya dengan suara dingin lalu meninggalkan ku sendiri dibangku taman.

Aku pun terduduk dibangku taman sambil memegang pipiku yang ditampar Minho oppa.
Seumur hidupku, aku belum pernah ditampar siapapun, bahkan orang tuaku sekalipun
tidak pernah menamparku.
Tapi sekarang? Rasanya benar-benar sakit. Ditampar oleh seseorang yang ku cintai.
Ditampar bukan karna kesalahan yang ku perbuat. Sebencii tukah Minho oppa padaku? Apa aku sudah tidak berarti lagi baginya? Apa sekarang, posisiku sudah benar-benar hilang dari hidupnya?
Tanpa terasa, butiran air mataku terus mengalir turun.

"Ssul.....ssul... apa yang terjadi padamu?" kudengar suara seseorang yang sudah familiar ditelingaku.

"Sulli-ah, jawab aku, apa yang terjadi?" ucapnya lagi, kurasakan kini orang itu duduk di sisiku

*Taemin P.O.V

setelah mengelilingi sekolah, akhirnya kutemukan seseorang yang kucari dari tadi.
ku lihat ia duduk dibangku taman sendiriansambil membelakangiku.
aku pun segera berlari menghampirinya, kulihat dirinya sangat berantakan saat ini dengan air mata yang masih tersisa dipelupuk matanya.

"Ssul....apa yang terjadi" panggilku. aku pun duduk disebelahnya. kulihat ia masih menundukan kepalanya sambil terisak.

"Sulli-ah..."panggilku lagi. Aku yakin sudah terjadi sesuatu yang buruk padanya.

Aku pun langsung mendekapnya kepelukanku. Kubiarkan ia menangis dipelukanku. Aku sungguh tidak tega jika melihatnya menangis seperti ini, dan aku yakin ini semua ada hubungannya dengan Minho.

*Author P.O.V

Taemin pun menarik Sulli ke pelukannya. Sulli masih diam seribu bahasa, tapi ia tidak bisa menyembunyikan kesedihan yang dia alami saat ini

Taemin pun merengkuh wajah gadis itu sehingga ia bisa melihat mata sembab gadis itu.

"Ssul, pipimu....." ucap Taemin saat melihat bekas merah di pipi kanan Sulli.

tapi lagi-lagi Sulli masih terisak dalam tangisannya.

"Ssul, apa yang terjadi padamu? apa Minho yang melakukaan ini semua?" tanya Taemin.

tapi Sulli menggeleng.

"Ssul, ceritakan padaku" ucap Taemin.

"im okay" lirihnya sambil berusaha memasang senyumannya.

"Ssul, aku tau kau sedang tidak baik-baik saja saat  ini" ucap Taemin.

"im okay just. im fine" ucap Sullilagi.

karena Taemin tidak mau menambah pikiran Sulli saat ini, jadi ia tidak memaksa Sulli untuk menceritakannya.

"baiklah kalau begitu, sekarang sudah mendung mau hujan, lebih baik akumengantarmu pulang" ucap Taemin

"tidak, aku masih ingin disinni" tolak Sulli

"tapi, sebentar lagi pasti hujan"

"kalau kau mau pulang, pulang saja, aku masih ingin disini" ucap Sulli.

Taemin pun tidak bisa berbuat apa-apa, karna sifat Sulli memang keras kepala.

*Sulli P.O.V

ku rasakan, Taenib pergi meninggalkanku. Aku tau, sikapku ini memang keras kepala. tapi untuk saat ini, aku sedang tidak mau diganggu oleh siapapun.

Butiran-butiran air hujan kurasakan jatuh menyentuh kulitku, ditambah dengan air yang bertiup kencang, semakin membuat udara semakin dingin.

Tapi aku masih tak mau beranjak dari tempat ini. usapkan kedua telapak tanganku pada kedua lenganku untuk membuat tubuhku lebih hangat.

Rintik-rintik hujan pun turun semakin deras, membuat sekujur tubuhku basah kuyup.

tapi,tunggu dulu.....

tetesan air hujan berhenti menerpa tubuhku?

Aku pun menoleh kebelakang, kulihat seseorang membuka payung (?) untuk melindungi tubuhku dari hujan.

Aku melihat wajah orang itu yang basah karena payung yang dibawanya digunakan untuk menghalangi air hujan padaku, sedangkan dia sendiri basah kuyup.

"ayo pulang, nanti kau sakit" ucap Taemin sambil terus memegangi payung.

"tidak,aku masih ingin disini" ucapku tetap pada pendirianku.

"baiklah kalau itu mau mu, aku juga akan disini" ucapnya

"tapi Tae, nanti kau bisa sakit disini" ucapku sambil mengelap wajahku yang terkena sisa tetesan air hujan.

"aku tidak peduli, jika kau disini, aku juga akan disini" ucapnya

"tapi,bagaimana jika kau sakit?" tanyaku

"Aku tidak peduli"

Aku melihat mata sayu Taemin. Aku tidak tega jika harus melihatnya sakit karna ulahku.

"baiklah,ayo kita pulang" ucapku. terukir seyuman diwajahnya.

=========================================================

sudah hampir 2 minggu, aku dan Minho oppa tidak ada komunikasi. Aku pun sudah berkali-kali menghubunginya untuk meminta maafakan sikapku waktu itu, tapi ia tidak pernah mengangkatnya. Aku pun juga sudah mengirim pesan kepadanya, tapi ia juga tidak menggubrisnya sama skali.

Hari ini, aku sudah mulai libur musim panas.
tapi diliiburan kali ini, pasti akan terasahampa, karna Minho oppa tidak ada disisiku.

Aku pun iseng membuka twitter dari laptopku.

tanpa sengaja, ku lihat tweet dari Minho.

"@choiminho09 with my lovely girl" ia pun juga melampirkan sebuah foto.

aku pun melihat foto itu. ternyata foto Minho oppa dan Krystal yang sedang berlibur bersama dipantai.

Entah mengapa dada ku rasanya sesak melihat foto itu. Rasanya aku ingin menangis, tapi apa gunanya aku menangis? Toh sekarang aku bukan siapa-siapanya Minho oppa lagi.tidak ada gunanya aku menangisi hal konyol seperti itu.

Aku pun iseng membuka koleksi foto yang ku simpan di laptopku. entah mengapa aku ingin sekali membuka file itu.
aku membukafile bertuliskan "me and Minho oppa"

Kulihat beberapa kenangan itu. Di foto itu, aku dan Minho oppa tersenyum lepas. Tanpa ada beban yang kami rasakan, dan aku sangat bahagia saat itu.


*Sulli P.O.V

3 hari lagi Minho oppa ulang tahun

Aku terduduk dilantai disamping tempat tidurku. entah mengapa, aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari sebuah bingkai dimana aku dan Minho oppa berfoto bersama.

Aku sungguh merindukannya. Sangaaatt.

Butiran airmata kembali turun membasahi air mataku. Aku berharap ia bisa kembali padaku,walaupun aku tau itu tidak mungkin terjadi.

Aku bangkitdari duduk ku untuk mengambil obat yang ada di laci kamarku, entah mengapa kepalaku rasanya sakit. Aku seperti berputar di ruangan ini.

Aku mencoba untuk memegang meja yang ada untuk menyeimbangkan tubuhku, hingga semuanya terasa gelap......

*Taemin P.O.V

"Sullinya ada ahjumma?" Ucapku pada seorang wanita separuh baya yang membukakan pintu ketika aku datang ke rumah Sulli.

"ada, Sulli sedang dikamarnya, kau langsung saja keatas" ucap eommanya sulli.

Semenjak Minho pergi meninggalkan Sulli, aku memang lebih sering kesini untuk menemani Sulli, menghiburnya dari kesedihan yang diberikan Minho padanya.

"Sulli-ah?"Panggilku sambil mengetuk pintu kamarnya. Tapi tidak ada jawaban sama sekali.

"Ssul? Kau didalam?" Panggilku lagi. Tapi tetap saja tidak ada suara.

Dengan ragu, aku pun memutar knop pintu kamarnya.
Ku bukaperlahan pintu kamarnya.

"Ssul? Kau dimana?" Panggilku. Aku pun mulai masuk kekamarnya.

"Sulli-ah!!!"Ucapku kaget, ketiaka melihat seorang gadis yang ku kenal jatuh pingsan dilantai samping tempat tidurnya.

"Sulli!!Bangun Ssul!" Ucapku panik sambil menepuk2 pipinya pelan. Kulihat darah mengalir keluar dari hidungnya.

Tanpa pikir panjang, aku pun segera menggendong Sulli keluar dari kamarnya.

"Taemin? Ada apa dengan Sulli?" Tanya eomma sulli yang tak kalah panik saat aku menggendong Sulli keluar dari kamarnya.

"entahlah ahjumma, aku menemukan Sulli sudah terbaring dilantai kamarnya dengan kondisi seperti ini"

"Oh tuhan, cepat bawa dia ke rumah sakit, ahjumma akan hubungi appanya, nanti ahjumma akan menyusul" ucap Eommanya Sulli.

Aku punsegera membawa Sulli masuk kemobilku

------------------------------------------------------

Aku menunggu dokter yang sedang menangani Sulli. Aku sungguh takut terjadi sesuatu yang buruk pada Sulli, walaupun aku tau kalau aku bukan siapa-siapanya Sulli.


*Minho P.O.V

Aku sedang duduk disebuah kedai es krim tempat aku dan Sulli dulu sering bersama. Entah mengapa, tiba-tiba aku sangat merindukannya. Aku merindukan seorang sahabat terbaik yang pernah kumilikki.

Tapi aku juga tidak bisa melupakan saat ia memfitnah Krystal. Aku sendiri tidak percaya,jika Sulli bisa memfitnah Krystal seperti itu. Memangnya apa salah Krystal, sehingga ia tega melakukan itu??

Seuasai aku memakan es krim. Ku putuskan untuk pergi kearah taman yang ada dipinggiran kota. Tadinya aku mau mengajak Krystal kesini, hanya saja katanya ia ada acara dengan teman-temannya.

Aku punduduk disebuah kursi panjang ditengah taman, cuaca saat ini sedikit berawan,jadi tidak terlalu panas.

Ditaman ini, banyak skali anak-anak kecil yang sedang berlarian.
Aku jadiingat, saat dulu aku dan Sulli pergi ke taman ini, aku dan dia pernah bercanda jika kami memiliki keluarga kecil, kami akan membawa anak-anak kami ketaman ini untuk bermain dan menjadi keluarga kecil yang bahagia.

Oh God!!! Apa yang barusan kupikirkan??Mengapa aku teringat akan Sulli? 
Ingat , kau sudah mempunyai Krystal ,untuk apa kau memikirkannya???

Aku pun berjalan mengelilingi taman ini, aku menuju sebuah danau yang ada di ditaman ini. Danau yang cukup indah.

Tak jauh dari danau itu, kulihat ada 2 sejoli yang sedang berpacaran, sungguh romantis.

Tunggu dulu........

Wanita itu..........

Sepertinya aku mengenalinya.....

"Krystal??!!" Ucapku kaget. Apa iya wanita itu Krystal?
Aku harus kesana!!!!


*Minho P.O.V

"Oh, jadi ini yang namanya acara dengan teman? Hah? Bermesraan dengan lelaki lain di belakangku"ucapku sambil mendekati Krystal dan lelaki itu.

"Minho? Ka..kau..." Ucapnya kaget

"Kenapa? Kaget aku disini?" Ucapku

Kulihat Krystal tampak terdiam. Lelaki disebelahnya pun kulihat mengenggam tangan Krystal.

"Mulai sekarang, kita PUTUS" ucapku dengan lantang.

"its okay, tidak masalah aku putus denganmu. Kau tau? Aku hanya mengambil popularitasmu, karna aku tau kalau kau adalah salah satu dari anggota tim basket disekolah" ucapnya santai.

"lagipula aku juga lelah berpacaran denganmu, aku juga lelah jika harus berselingkuh secara diam-diam. Dan perkenalkan, ini Kai. Dia kekasih baruku" ucapnya lagi.

#Plak
1 tamparan mendarat dipipinya.

"Kau benar-benar wanita jalang!!!" Ucapku lalu meninggalkan mereka berdua.

Aku benar-benar tak habis pikir, Krystal tega melakukan ini padaku.
Aku mencintainya dengan tulus, tapi dia?

Huh, seharusnya aku percaya dengan Sulli waktu itu.
Seharusnya aku lebih percaya dengan sahabatku, bukannya percaya dengan Krystal.

Sulli?

Oh my God!! Aku telah menampar Sulli waktu itu hanya untuk membela Krystal...

Aku harus ke rumah Sulli sekarang. Aku harus meminta maaf padanya. Aku memang laki-laki bodoh yang tega menampar sahabat sendiri. Ia tidak berbohong padaku. Ia bicara jujur.

Ku lajukan mobilku dengan kecepatan tinggi agar aku bisa segera tiba dirumah Sulli.

Setibanya dirumah Sulli, aku langsung menekan tombol bel yang ada di dekat pintu.

*Ting Tong

Tak lama,seorang pembantu keluar dari pintu tersebut

"ada yang bisa saya bantu?" Ucap pembantu tersebut.

"Sullinya ada?" Tanyaku.

"nona Sulli sedang dibawa ke rumah sakit oleh tuan Taemin"

"Apa? Ke rumah sakit? Dia kenapa?" Tanyaku.

"keadaan nona Sulli drop lagi"

"Baiklah, dimana rumah sakitnya?" Tanyaku

"di *random*"

"Baiklah, terima kasih" ucapku.

------------------------------------------------------

Sesampainyadi rumah sakit, aku langsung menuju ke ruang gawat darurat.
Aku melihatada Taemin serta eomma dan appanya Sulli.

"Eomma ,apa yang terjadi pada Sulli?" Ucapku pada eomma yang matanya masih sembab airmata.

"Dasar bajingan kau!!!" Ucap seorang pria lalu langsung memukulku dengan keras.

"kau telah menyakiti Sulli, dan sekarang kau kemari. Apa maumu sebenarnya? Mau menampar Sulli lg? Hah?" Ucap Taemin padaku dengan emosi.

"Maafkan aku, aku tau aku salah. Aku memang bodoh waktu itu" ucapku menyesal.

Kulihat Taemin akan memukulku lagi, tapi ia menahan dirinya.

Ku lihat ia menjauh dariku dan duduk disalah satu kursi tunggu.

#skip

"ada yang bernama Minho disini?" Ucap seorang dokter  saat keluar dari ruangan Sulli ditangani tadi.

"Saya dok, saya Minho" ucapku.

"nona Sulli terus menerus memanggil nama anda, sebaiknya anda masuk kedalam"ucap dokter itu

"apa saya boleh masuk dok?" Kudengar suara Taemin bertanya pada dokter itu.

"maaf, hanya 1 orang yang di perbolehkan masuk, agar tidak mengganggu pasien"ucap dokter.

Sebelum aku masuk ke ruangan Sulli, aku memakai baju yang disediakan dari rumah sakit untuk menjenguk kondisinya.

"Sulli-ah...."Lirihku. Kulihat seorang gadis dengan cup oksigen dan berbagai macam selang ditubuhnya.

"Sulli-ah...Apa yang terjadi padamu?" Ucapku pelan. Aku duduk disebuah kursi yang ada di samping tempat tidurnya.

"Oppa..."Lirihnya. Kupandangi mata sayu nya.

"Maafkan aku Ssul, maafkan aku. Aku sungguh menyesal waktu itu. Dan ucapanmu itu benar. Krystal memang berselingkuh. Aku seharusnya percaya padamu waktu itu" jelasku. Tanpa terasa, ada sesuatu yang membasahi kelopak mataku.

Kulihat Sulli mencoba untuk tersenyum.

"Saranghaeyo" ucapnya dengan suara yang hampir berbisik.

"Nado saranghaeyo, sulli-ah" ucapku.

"maafkan aku jika aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik bagimu "lirihnya.

"Kau bicara apa? Kau adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki didunia ini Ssul"

"maafkan aku jika aku sudah tidak bisa menjadi sahabatmu lagi didunia ini"

"Ssul,apa yang kau bicarakan? Kau akan sembuh. Kau ingat akan khayalan kita ditaman waktu itu? Jika kita sudah menikah, kita akan membawa anak-anak kita bermain ditaman. Apa kau tidak mau mewujudkan khayalan itu?" Ucapku sambil mengelus rambutnya.

Kulihat butiran air mata mulai turun membasahi wajahnya.

"Ssstt,jangan menangis. Saranghaeyo, Ssul" ucapku sambil mengecup bibir pucatnya.

Wajah pucatnya kembali membentuk sebuah senyuman.
Ku genggam tangannya.


*Tuuuuuuuuuuutttttttttttttt*


Ku dengarsebuah suara ganjil terdengar.

"Sulli???Bangun Ssul!!! Kumohon jangan tinggalkan aku!!!" Ucapku. Kulihat alat pendeteksi jantung sudah menunjukan sebuah garis lurus.

"Sulli-ah!!Aku tau kau akan sembuh." Ucapku sambil masih memeluk tubuh kakunya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari ini adalah hari ulang tahunku, dan hari ini juga Sulli telah pergi untuk selamanya meninggalkan dunia ini.

Beberapa orang yang hadir dalam pemakaman Sulli sudah mulai pulang.
Tapi aku masih jongkok (?) disamping makamnya sambil mengelus nisan itu.

"ini" ucap Taemin yang masih ada bersamaku sambil memberikan secarik kertas.

"Apa ini?" Tanyaku.

"entahlah, tapi Sulli menitipkan itu padaku beberapa hari yang lalu" ucap Taemin. Aku pun tersenyum padanya.

"Terimakasih kau telah menghiburnya, selama aku menyakitinya. Aku sungguhmenyesal" ucapku.

"penyesalanmu sudah terlambat" ucapnya lalu pergi meninggalkanku sendirian dipemakaman itu.

#skip

Aku sedang duduk terdiam dikamarku sambil menatap sebuah kotak yang Sulli berikan padaku sebulan yang lalu.

Aku pun membuka kotak itu.

Kulihat ada sebuah syall biru yang sangat indah. Didalam itu, aku juga menemukan sebuahsurat.

"Happy birthday oppa, maafkan aku jika aku tidak bisa berada disisimu saat hari ulangtahunmu. Tapi aku harap, dihari ulang tahunmu ini, semua permohonanmu bisa terkabul. Oiya, aku membuat syall ini dengan tanganku sendiri, semoga kau menyukainya ya"

Ku ambil syall itu dari kotaknya. Ku cium syall itu.

Tiba-tiba, aku teringat akan sebuah kertas yang diberikan Taemin tadi padaku. Aku pun mengambil surat itu dari saku celanaku.

To: Minho oppa

Aku tau, saat kau membaca surat ini, aku sudah tidak ada di dunia ini.
Aku hanya mau bilang, maafkan aku jika aku punya salah padamu, terutama beberapa hari yang lalu saat kau menamparku. Kau tau? Rasa sakit ini akan tamparan ini tidak ada artinya jika harus dibandingkan dengan rasa sakit yang kau tinggalkan saat kau bersama Krystal.

Aku sudah mencintaimu sejak lama, hanya saja aku terlalu takut untuk mengutarakan perasaan ini. 
Ya, aku memang pengecut. Tapi satu hal yang harus kau tau, aku tidak pernah sama sekali memfitnah ataupun berbohong padamu. Aku hanya mengatakan apa yang aku lihat waktu itu.

Tapi, kau tidak perlu khawatir, jika aku sudah tidak ada didunia ini, maka tidak akan ada yang akan mengganggu hidupmu lagi. Saranghaeyo, oppa

Love,
Choi Sulli.


Tanpa terasa, setelah membaca surat itu, air mataku kembali mengalir. Aku tau, menangis bukanlah hal yang pantas bagi seorang lelaki. Tapi aku sudah tidak bisa menyembunyikan kesedihanku ini.

Maafkan aku Sulli-ah. Maafkan aku jika aku begitu menyakitimu. Maafkan aku jika aku selalu membuatmu menangis.


-The End-